Interleukin-10 (IL-10) adalah sitokin penting yang diproduksi oleh sel T helper, monosit, makrofag, dan sel dendritik yang memainkan peran penting dalam memodulasi respons imun, pematangan imun, dan menjaga homeostasis sel. Interleukin 10 (IL-10), juga dikenal sebagai faktor penghambat sintesis sitokin manusia (anti-inflamasi). IL-10 adalah sitokin dengan berbagai efek pleiotropik dalam imunoregulasi dan inflamasi, seperti menurunkan ekspresi sitokin Th1, antigen MHC kelas II, dan molekul ko-stimulasi pada makrofag, selain itu juga meningkatkan kelangsungan hidup, proliferasi, dan produksi antibodi sel B. IL-10 dapat memblokir aktivitas NF-魏B. IL-10 dilaporkan menekan sekresi sitokin, presentasi antigen, dan aktivasi sel T CD4+, selain itu juga menghambat induksi sitokin pro-inflamasi TNF伪, IL-1尾, IL-12, dan IFN纬 yang dimediasi oleh lipopolisakarida (LPS) dan produk bakteri dari sel-sel garis keturunan myeloid yang dipicu oleh reseptor toll-like (RTL). Meskipun IL-10 terutama dikenal sebagai sitokin anti-inflamasi, bukti yang muncul menunjukkan bahwa ia juga dapat menunjukkan sifat imunostimulasi dalam keadaan lain. Dalam konteks tertentu, ia menunjukkan efek imunostimulasi yang kuat dengan mendorong aktivasi, proliferasi, dan sitotoksisitas sel imun tertentu, seperti pada sel T CD8+ memicu lingkaran umpan balik positif melalui aktivasi STAT1, mempercepat ekspansi dan aktivitas sel T sitotoksik CD8+ yang menginfiltrasi tumor, pada sel natural killer (NK) mendorong proliferasi, migrasi, dan aktivitas sitolitik sel NK, serta pada sel B merangsang kelangsungan hidup, pematangan, dan produksi antibodi sel B.
Kadar IL-10 dalam darah tali pusat sebagai penanda imun pada bayi
Penelitian terbaru telah menjelaskan peran kompleks IL-10 pada awal kehidupan dan potensinya sebagai indikator prognostik untuk gangguan spesifik pada bayi baru lahir seperti sindrom distres pernapasan (SDP), di mana anak-anak dengan SDP memiliki kadar IL-10 yang lebih tinggi dalam darah tali pusat mereka dibandingkan dengan anak-anak tanpa SDP. Peningkatan IL-10 diyakini menunjukkan ketidakmatangan biologis yang mengindikasikan bahwa kadar IL-10 menurun seiring dengan perkembangan janin.
Demikian pula, terdapat hubungan positif antara IL-10, ensefalopati neonatal, dan dampaknya, yang menyoroti teori bahwa IL-10 merupakan indikator penting untuk berbagai dampak. Berdasarkan temuan ini, IL-10 dalam darah tali pusat telah menarik perhatian karena potensi pengaruhnya terhadap hasil kesehatan bayi.
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara konsentrasi IL-10 dalam darah tali pusat dan hasil kesehatan selama 3 bulan pertama kehidupan. Kami berhipotesis bahwa kadar IL-10 yang lebih tinggi dalam darah tali pusat berhubungan dengan dampak neonatal yang merugikan, yang mencerminkan ketidakmatangan biologis dan perubahan respons imun yang diamati dalam penelitian sebelumnya.
Metode dan Hasil
Dalam penelitian kohort ini, sampel darah tali pusat dikumpulkan dari 104 bayi cukup bulan di Makassar, Indonesia. Kadar IL-10 diukur menggunakan ELISA. Bayi-bayi tersebut dipantau pada usia 3 bulan untuk menilai berbagai hasil klinis. Hasil yang ditemukan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan signifikan antara kadar IL-10 dan jenis kelamin (p=0,033), dengan bayi perempuan menunjukkan kadar yang lebih tinggi. Pada pemantauan 3 bulan, ditemukan korelasi signifikan antara kadar IL-10 dan gejala pernapasan, termasuk flu (p=0,006), batuk (p=0,018), dan produksi lendir (p=0,002). Maka pada penelitian ini terungkap adanya potensi hubungan antara kadar IL-10 dalam darah tali pusat dan gejala pernapasan dini pada bayi. Temuan ini berkontribusi pada pengetahuan kita tentang peran IL-10 dalam kesehatan bayi dan dapat memberikan dasar penelitian di masa depan tentang strategi modulasi imun di awal kehidupan.
Penulis : Azwin Mengindra Putera, dr, SpA(K)
NIP : 197812142008121002
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
doi:10.23736/S0393-3660.25.05938-8
Bahrul Fikri, Andi A. Alikha, Andi R. Akrima, Aidah Juliaty, Nadirah R. Ridha, Muhammad N. Massi, Azwin M. Putera (2026). Impacts of cord blood interleukin-10 levels as an immune marker in infants. Gazzetta Medica italiana – archivio per le Scienze Mediche;185(3):286-91





