UNAIR NEWS – Poster berbasis literatur ilmiah mengantarkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) 东京热 (UNAIR) menorehkan prestasi tingkat nasional. Tim tersebut berhasil meraih Juara 1 kategori Scientific Poster pada ajang Padjadjaran Dentistry Scientific Meeting (PDSM) 2026. Kompetisi itu berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) di Universitas Padjadjaran.
Tim tersebut terdiri dari Christabel Maureen Vitaley Sung, Hanif Azzikri Hidayatullah, dan Jane Nathania Josephina Yasan. Mereka menyusun poster ilmiah berjudul Perbandingan Efektivitas dan Efisiensi Nasoalveolar Molding Digital dan Grayson pada Celah Bibir dan Langit-Langit: Sebuah Tinjauan Sistematis yang membandingkan dua metode perawatan bagi pasien dengan celah bibir berdasarkan literatur ilmiah.
Kajian Efektivitas NAM Digital
Maureen menjelaskan bahwa topik yang diangkat mengenai perbandingan metode Nasoalveolar Molding (NAM) digital dan metode Grayson atau konvensional sebagai perawatan awal bagi anak dengan celah bibir dan langit-langit sebelum menjalani operasi.
“NAM merupakan perawatan sebelum tindakan bedah untuk memperkecil celah bibir sumbing sehingga hasil operasi menjadi lebih optimal. Dari hasil tinjauan kami, efektivitas NAM digital dan Grayson relatif serupa, tetapi NAM digital lebih efisien karena dapat mengurangi frekuensi kunjungan pasien hingga sekitar 75 persen,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa topik tersebut dipilih karena selaras dengan tema smart and green dentistry yang diusung PDSM. Selain itu, penggunaan NAM digital dinilai memiliki berbagai keunggulan dibandingkan metode Grayson yang bermanfaat bagi masyarakat.
鈥淗asil kajian menunjukkan bahwa NAM digital cenderung lebih efisien sehingga harapannya dapat membantu keluarga pasien, baik dari segi waktu maupun biaya selama menjalani proses perawatan,鈥 ujarnya.
Meningkatkan Kepedulian terhadap Bibir Sumbing
Melalui poster tersebut, ia berharap hasil kajian dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap anak anak dengan celah bibir dan langit langit. 鈥淗arapan kami, semakin banyak orang tua menyadari pentingnya penanganan sejak dini agar anak-anak dengan bibir sumbing memiliki kesempatan tumbuh dengan lebih baik dan percaya diri,鈥 ungkapnya.
Di akhir, ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak takut mengikuti kompetisi meskipun di tengah berbagai kesibukan. “Kerjakan setiap kompetisi dengan sungguh-sungguh karena selalu ada manfaat yang bisa dipelajari. Jangan mudah pesimis ketika bertemu peserta yang lebih berpengalaman. Jadikan itu motivasi untuk terus berkembang dan fokus pada proses diri sendiri,” pungkasnya.
Penulis: Maulya Afifah Zahra
Editor: Khefti Al Mawalia





