UNAIR NEWS 鈥 Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Masyarat (BBM) Angkatan 60 tahun 2019 UNAIR Kelurahan Sukolilo Baru dan Kelurahan Kedung Cowek Kecamatan Bulak Kota Surabaya mengadakan seminar kesehatan dengan beberapa topik. Tepatnya diselenggarakan pada Selasa (16/7/19) di Balai Kantor Kecamatan Bulak, Kota Surabaya.
Terdapat enam topik pembahasan dalam acara itu dengan dibawakan oleh pembicara yang kompeten dalam bidangnya. Meliputi, pembicara 1 adalah Prof. Dr. Dewa Ketut Meles, MS., drh., (Dosen FKH UNAIR) dengan topik Penggunaan Obat Secara Benar; pembicara 2 Dr. Kadek Rachmawati, M.Kes., drh., (Dosen FKH UNAIR) topik Penyakit Zoonosis; pembicara 3, Prof. Dr. Wurlina, MS., drh., (Dosen FKH UNAIR) topik: Pengawetan; pembicara 4, Prof. Drh. Mas鈥檜d Hariadi, M.Phill., Ph.D. (Dosen FKH UNAIR) topik: Sertifikasi Halal. Lalu, dilanjutkan dengan pemberian materi oleh perwakilan mahasiswa KKN mengenai cara memilih ikan yang aman dan biotoksin racun pada hewan laut serta tentang pemasaran.
Dalam sambutan Dra. Endang Suryaningsih selaku sekretaris camat untuk mewakili camat yang berhalangan hadir menyampaikan bahwa UNAIR telah berhasil dalam mendampingi warga, terutama dalam UMKM. Namun, ke depan, diharapkan program tersebut menambah wilayah pendampingan, yakni mencakup semua wilayah Kecamatan Bulak.
鈥滺arapan untuk selanjutnya tidak hanya dua kelurahan saja. Namun, bisa mencakup semua, di sini ada empat kelurahan,鈥 ungkap Endang.
A鈥檃 Valiant Nazarudin selaku ketua acara mengungkapkan kegembiraannya bisa berbagi ilmu kepada masyarakat dalam KKN BBM. Salah satunya melalui acara seminar itu. Mahasiswa yang akrab dipanggil Aak tersebut mengaku merasa puas karena warga yang datang sangat antusias dan melebihi target.
鈥漌arga sangat antusias untuk menghadiri acara tadi. Karena tema yang dibawakan cukup cocok untuk diaplikasikan di kehidupan mereka sehari-hari,鈥 ucap Aak.
Salah satu yang diunggulkan dalam acara itu adalah penyuluhan tentang sertifikasi halal. Prof. Dr. Wurlina, MS., drh., selaku pembimbing KKN Kecamatan Bulak menjelaskan bahwa di wilayah tersebut merupakan sentra kuliner. Karena itu, sangat diperlukan pengetahuan tentang sertifikasi halal untuk menjangkau pasar lebih luas.
鈥滱cara ini sebagai bentuk kita ingin memajukan daerah sini. Karena, di sini merupakan sentra kuliner. Jadi, kita datangkan ahlinya untuk sertifikasi halal. Jika sudah dapat sertifikat halal, maka baru bisa masuk pemasaran UMKM,鈥 ujar Prof. Urlina.
Prof. Drh. Mas鈥檜d Hariadi, M.Phill., Ph.D. selaku pemateri Sertifikasi Halal juga merupakan salah seorang Auditor Halal di LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur. Prof. Mas鈥檜d menyebutkan bahwa makanan yang dikonsumsi memiliki pengaruh luas dalam kehidupan. Karena itu, sertifikasi halal, terutama dalam produk makanan, sangat diperlukan.
鈥淪ertifikat halal sangat menguntungkan di bidang bisnis. Memperluas pangsa pasar dan juga lebih aman. Karena, selain masyaralat Islam, masyarakat non Islam pun juga percaya untuk mengonsumsinya,鈥 ujar Prof. Mas鈥檜d.
MUI telah menetapkan syarat-syarat produk halal, yakni halal zatnya; halal dalam memprosesnya; halal penyimpanannya; halal penyajiannya; dan halal cara memperolehnya. Prof. Mas鈥檜d juga mengatakan bahwa untuk UMKM biaya pengajuan sertifikasi halal dibantu oleh pemerintah. (*)
Penulis: Ulfah Mu鈥檃marotul Hikmah
Editor: Feri Fenoria Rifa鈥檌





