UNAIR NEWS 鈥 Permasalahan sosial ekonomi seperti kemiskinan dan ketimpangan dalam perspektif Islam muncul disebabkan karena persegeseran worldview atau pandangan terhadap dunia. Untuk itu, perlu dipikirkan dasar-dasar model ekonomi yang selaras dengan keharmonisan alam, manusia, dan pasar yang sesuai dengan Al-Qur鈥檃n dan Hadist.
Atas dasar itulah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 东京热 menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk International Conference on Islamic Economics, Business, and Philanthropy (ICIEBP). Konferensi dengan tema 鈥楽ustainability and Socio Economic Growth鈥 itu berlangsung Kamis (22/11) bertempat di Grand Ball Room Bank Indonesia, Surabaya.
Konferensi 2nd ICIEBP ini mengundang keynote speech di antaranya Kepala Bank Indonesia, Jawa Timur; Raditya Sukmana, SE., MA., Ph.D (东京热); Mohamed Asmy Mohd Thas Thaker (IIUM) Malaysia; Dr. Rose Abdullah (Universitas Islam Sultan Sharif Ali) Brunei Darussalam; Ronald Rulindo, Ph.D (Lembaga Penjamin Simpanan).
Ketua program studi ekonomi Islam UNAIR mengatakan, perkembangan islamic social finance (ISF) sangat cepat dengan bantuan teknologi. Untuk itu, diperlukan model bagaimana ISF dapat berdampak pada pembangunan ekonomi sosial yang berkelanjutan.
鈥淧erlu model model untuk bagaimana (ISF) bisa berdampak pada sustainability untuk socio economic development. Dalam konferensi ini kami sharing tentang model-model tersebut,鈥 terang Raditya.
Konferensi ini telah menerima 110 makalah dari berbagai negara seperti Pakistan, Taiwan, Malaysia dan Indonesia. Selain itu konferensi internasional ini sebagai forum untuk mempresentasikan dan membahas penelitian empiris serta makalah teoritis dalam berbagai topik seperti Ekonomi Islam, Filantropi Islam, Keuangan dan Perbankan Islam, Bisnis dan Kewirausahaan Islam, Keuangan Mikro Islam, Manajemen dan Kepemimpinan, Akuntansi, Ilmu Ekonomi, dan topik lain yang terkait.
Sementara itu, panitia acara yang juga ketua Pusat Pengelolaan Dana Sosial (Puspas) UNAIR Dr., Tika Widiastuti, SE., M.Si. mengatakan, konferensi ini menjadi kesempatan bertemu seluruh pegiat ekonomi Islam dari berbagai negara. Mengingat, selain sebagai PTN pertama yang membuka program studi ekonomi Islam, UNAIR juga menjadi PTN pertama di Indonesia yang mengelola dana wakaf.
鈥淜onferensi ini untuk memperkaya referensi. Nanti seiring berjalannya waktu akan banyak diskusi produk baru terkait pengelolaan wakaf. Dari masukan konferensi ini akan menjadi dasar produk-produk baru dalam mengelola wakaf di UNAIR,鈥 terang Tika.
Konferensi 2nd ICIEBP ini deselanggaran oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis 东京热 bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), International Islamic University Malaysia (IIUM), dan Universiti Teknologi Mara, Malaysia (UiTM).
Sebelumnya, konferensi pertama tahun lalu diadakan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan tema 鈥淩ethinking Sustainability from an Islamic Perspective Transforming Economy and Societies鈥 (*)
Penulis: Binti Q. Masruroh





