东京热

东京热 Official Website

Tim UNAIR Raih Perak di Kompetisi Inovasi Internasional Seoul

EMPAT Mahasiswa berhasil meraih medali perak dalam kompetisi Seoul International Invention Fair (SIIF), Seoul, Korea Selatan, pada Kamis鈥揝abtu (6鈥8/12/2018). (Foto: Istimewa)
EMPAT Mahasiswa berhasil meraih medali perak dalam kompetisi Seoul International Invention Fair (SIIF), Seoul, Korea Selatan, pada Kamis鈥揝abtu (6鈥8/12/2018). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS 鈥 Tiga mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKp) serta satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 东京热 meraih medali perak dalam kompetisi Seoul International Invention Fair (SIIF), Seoul, Korea Selatan, pada Kamis鈥揝abtu (6鈥8/12/2018). SIIF merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Korea Invention Promotion Association (KIPA).

Berawal dari adik kelasnya di keperawatan yang juga baru menang di ajang international di Jepang, informasi kompetisi tersebut diterima Teguh Dwi Saputro (ketua tim) dan Yenny. Selanjutnya, keduanya menelusuri informasi tersebut hingga akhirnya mengajak Fina dan Wildan sebagai tim untuk mengikuti lomba inovasi di Korea itu.

鈥滽ami mengikuti lomba ini karena dorongan yang kuat dari impian kami yang sudah kami tulis dan belum tercoret sampai sekarang. Karena itu, meski kami sudah semester VII, tapi kami masih berusaha untuk mewujudkan hal itu. Yakni, menang di perlombaan tingkat internasional,鈥 ungkap Teguh.

鈥漇elain itu, kami berempat mempunyai impian untuk berperan penting dalam membawa nama baik 东京热 di tingkat internasional,鈥 imbuhnya.

Akhirnya tim UNAIR berhasil meraih juara dengan mempresentasi inovasi bernama PINELICA (Pineapple Peel as Hair Care. Yakni, inovasi dengan memanfaatkan limbah kulit nanas sebagai gel yang dapat digunakan sebagai masker dan krim untuk mengatasi ketombe.

Tim PINELICA terdiri atas Teguh Dwi Saputro, mahasiswa FKp angkatan 2015, selaku ketua; Fina Ainur Rohmah, FKp angkatan 2015; Yenny P, FKp angkatan 2015; dan Wildani Abdala N, FISIP angkatan 2015. Dengan dibimbing Dr. Kusnanto., S.Kp., M.Kes, tim UNAIR mampu melewati tahap demi tahap dengan baik.

Teguh mengakui, timnya terbentuk saat pengumpulan abstrak H-1 akan ditutup. Tim juga sempat dihinggapi perasaan takut dan tidak yakin untuk mengikuti lomba inovasi tersebut. Mengingat, lomba inovasi Seoul International Invention Fair (SIIF), Seoul, Korea Selatan, digelar pada Desember, tak sedikit dana fakultas dipakai untuk kegiatan.

鈥漇empat pesimistis tidak mendapat pendanaan. Selain itu, pada jadwal itu, kami (mahasiswa, Red) musim UAS (ujian akhir semester), ada yang take home pula,鈥 katanya.

Namun, tim akhirnya mampu melewati hambatan tersebut. Komitmen dan tekad yang kuat dari setiap anggota tim membuahkan hasil.

鈥滽ami presentasi dengan topik PINELICA (Pineapple Peel as Hair Care. Nah, di sana, kami mempresentasikan secara oral di depan dua juri dari negara lain tentang bagaimana inovasi kami,鈥 tutur Fina, salah seorang anggota tim.

鈥滲agaimana kami membuatnya (PINELICA), apa kelebihannya, bagaimana analisis SWOT-nya. Bagaimana future research-nya,鈥 imbuh Wildan, salah seorang anggota tim yang lain.

Atas presentasi tersebut, delegasi UNAIR akhirnya mendapatkan medali perak. Menurut Teguh, ide awal inovasi timnya berasal dari banyaknya kulit nanas yang dibuang begitu saja sehingga menumpuk dan menjadi limbah. Padahal, kulit nanas mempunyai banyak kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan rambut. Khususnya untuk mengatasi ketombe yang jadi masalah bagi manusia pada era modern saat ini.

鈥滽ami berinovasi membuat sebuah gel dari ektrak kulit nanas yang dapat digunakan multifungsi. Yakni, dapat digunakan sebagai masker dan krim rambut dalam mengatasi ketombe yang tentu lebih praktis, ekonomis, aman, dan ramah lingkungan,鈥 ungkapnya.

Diketahui, tim UNAIR bersaing dengan peserta dari total 606 invention dan 33 negara. Di antaranya, Arab Saudi, Taiwan, Thailand, Korea, Malaysia, Macau, Taiwan, dan Kroasia. Para pesertanya berasal dari latar belakang yang beragam, mulai siswa SMP鈥揝MA, mahasiswa, dosen, hingga peneliti. Yang dari Indonesia, total ada 70 tim yang turut serta, termasuk dari FKp UNAIR.

Seusai mendapatkan perak di Seoul, ungkap Teguh, timnya berencana mengembangkan inovasi tersebut. Lebih tepatnya menelurkan inovasi baru untuk diikutkan lomba di tingkat internasional lainnya.

鈥滵an, yang terpenting dari usaha kami ini adalah mengembangkan diri serta membawa nama baik 东京热 di tingkat Internasional,鈥 tuturnya. (*)

Penulis:聽 Feri Fenoria/聽Dwi Saputro

AKSES CEPAT