UNAIR NEWS – Mahasiswa 东京热 (UNAIR), Samuel, berhasil mengharumkan nama kampus dalam International Future Leaders Competition (IFLC) 2026 yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation yang berkolaborasi dengan Arabic Literature Students Association of Universitas Gadjah Mada. Kompetisi internasional tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan inovasi di bidang penelitian, kewirausahaan, dan pembangunan berkelanjutan.
Pada ajang tersebut, Samuel mengikuti dua kategori kompetisi. Pada kategori Business Plan 鈥 Culinary, ia mengembangkan konsep camilan sehat berbahan dasar kentang yang diperkaya protein alternatif berkelanjutan sebagai solusi pangan sehat yang lebih ramah lingkungan. Inovasi tersebut berhasil mengantarkannya meraih 3rd Winner sekaligus memperoleh penghargaan Favorite Poster Award berkat kualitas presentasi dan kreativitas poster yang ditampilkan.
Promosikan Wisata Pesisir Surabaya
Sementara itu, pada kategori Essay 鈥 Tourism and Culture, Samuel mempresentasikan inovasi bertajuk SMART MARINE TOUR: An English-Based Interactive Media for Surabaya Coastal Tourism for Foreign Tourists to Minimize Poverty. Gagasan tersebut memanfaatkan media interaktif berbahasa Inggris untuk mempromosikan wisata pesisir Surabaya sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penguatan sektor pariwisata. Atas inovasi tersebut, ia berhasil meraih Bronze Medal.

Samuel mengungkapkan bahwa persiapan menuju kompetisi membutuhkan proses yang tidak singkat. Selain menyusun proposal dan mengembangkan ide, ia juga menjalani berbagai sesi latihan presentasi untuk mempersiapkan diri menghadapi dewan juri internasional.
鈥淧ersiapannya cukup panjang karena kami harus memastikan setiap ide yang disampaikan memiliki dasar riset yang kuat. Kami juga terus berlatih agar dapat menyampaikan inovasi secara jelas dan meyakinkan di hadapan juri internasional,鈥 ujar Samuel.
Perluas Wawasan
Menurutnya, mengikuti kompetisi internasional tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga kesempatan memperluas wawasan melalui pertukaran ide dengan peserta dari berbagai negara. Pengalaman tersebut turut mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kepemimpinan, serta kolaborasi lintas budaya.
Pencapaian tersebut, menurut Samuel, menjadi bukti bahwa mahasiswa vokasi mampu bersaing di tingkat internasional melalui inovasi yang didukung riset, komitmen, serta proses persiapan yang matang.
鈥淪aya percaya mahasiswa vokasi memiliki potensi yang sama untuk bersaing di tingkat internasional. Kuncinya adalah memiliki komitmen, kemauan untuk terus belajar, dan tidak takut mencoba. Dengan persiapan yang matang dan kerja keras, mahasiswa vokasi juga mampu menghasilkan inovasi yang berdampak serta membawa nama 东京热 ke tingkat global,鈥 tutup Samuel.





