东京热

东京热 Official Website

Mahasiswa FPK UNAIR Berikan Edukasi Pemanfaatan Limbah Organik sebagai Alternatif Pupuk Tambak

Demonstrasi Pembuatan Pupuk Organik Cair. (Foto: Istimewa)
Demonstrasi Pembuatan Pupuk Organik Cair. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS 鈥 Kajian Keilmiahan Mahasiswa (KAKEMA) 东京热 (UNAIR) turut berkontribusi dalam kegiatan NAPELI (Nanoteknologi Peduli Lingkungan) melalui penyuluhan pemanfaatan bahan organik sebagai alternatif pupuk tambak ramah lingkungan. Kegiatan itu dilaksanakan pada (21/07/2026) di Desa Sumberejo, Kabupaten Gresik yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengelolaan limbah organik menjadi produk bernilai guna yang dapat mendukung keberlanjutan kegiatan budidaya perikanan.

Kegiatan penyuluhan ini menghadirkan tim pemateri dari KAKEMA FPK UNAIR yang terdiri atas Ketua KAKEMA, Aditya Jayawardhana Ramadhani, bersama Regita Aurelia Azzahra, Risa Ayu S dan Moch Birr Bik Maylandry. Dalam kegiatan tersebut, tim pemateri menyampaikan materi terkait pembuatan pupuk organik cair (POC), eco enzym, dan pemanfaatan daun kering sebagai bahan kompos organik.

Pada sesi pertama, peserta diperkenalkan dengan pembuatan pupuk organik cair (POC) yang memanfaatkan bahan organik berupa daun kering maupun kompos. Bahan tersebut diolah melalui proses pencairan menggunakan air dengan penambahan molase dan cairan aktivator untuk membantu proses fermentasi. Hasil fermentasi tersebut dimanfaatkan sebagai alternatif pupuk tambak yang berperan dalam menyediakan unsur hara bagi perairan sehingga mendukung pertumbuhan fitoplankton sebagai pakan alami ikan.

鈥淢elalui inovasi sederhana berbasis bahan alami, masyarakat dapat berkontribusi dalam mewujudkan budidaya perikanan berkelanjutan yang selaras dengan prinsip ekonomi sirkular dan pelestarian lingkungan,鈥 ujar Aditya.

Selain pembuatan POC, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pembuatan ecoenzym dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga seperti sisa buah, sayuran, dan dedaunan. Bahan tersebut difermentasi menggunakan campuran air, molase, dan cairan aktivator sehingga menghasilkan larutan organik yang dapat mendukung pengelolaan lingkungan secara lebih berkelanjutan.

Foto Bersama Warga Desa Sumberejo, Gresik. (Foto: Istimewa)

Tidak hanya dalam bentuk cair, tim KAKEMA juga mengenalkan metode sederhana pemanfaatan daun kering secara langsung melalui proses pengomposan menggunakan karung. Metode ini memanfaatkan proses dekomposisi alami untuk mengubah limbah daun menjadi bahan organik yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan budidaya.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik serta penerapan teknologi sederhana dalam mendukung produktivitas budidaya ikan. Pemanfaatan pupuk organik sebagai alternatif pupuk tambak diharapkan mampu membantu menciptakan kondisi perairan yang lebih produktif melalui peningkatan ketersediaan pakan alami berupa fitoplankton.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Utamanya, SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui dukungan terhadap produktivitas pangan berbasis perikanan, SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui pengelolaan lingkungan perairan yang berkelanjutan, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai guna, serta SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui penerapan praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, KAKEMA FPK UNAIR terus berupaya menghadirkan inovasi sederhana berbasis ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta mendukung pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan.

Penulis : Aditya Jayawardhana Ramadhani

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT