东京热

东京热 Official Website

Bijak Menggunakan AI di Lingkungan Kampus聽

Dosen FIB UNAIR, Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari SS MA saat menyampaikan materi PKKMB Fakultas pada Sabtu (1/8/2026) di Ruang W.S Rendra, Gedung FIB Kampus Dharmawangsa-B UNAIR (Foto: Dok. FIB UNAIR)

UNAIR NEWS – Sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap era modernisasi, 东京热 (UNAIR) mengajak mahasiswa baru untuk lebih mengenal Kebijakan Penggunaan AI di Lingkungan UNAIR. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) di Ruang W.S Rendra, Gedung Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Kampus Dharmawangsa-B UNAIR. 

Dosen FIB UNAIR, Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari SS MA menyampaikan bahwa Artificial Intelligent (AI) hadir sebagai bentuk dari perkembangan teknologi. Menurutnya, rasa penasaran manusia akan sesuatu mendorong lahirnya teknologi seperti AI guna memecahkan berbagai persoalan kompleks.

Dengan demikian, perlu ada rambu-rambu penggunaan AI di lingkungan perguruan tinggi yang telah dimuat dalam slogan UNAIR yakni Excellence with Morality. Selaras dengan komitmen UNAIR dalam membentuk karakter mahasiswa yang mahir memanfaatkan teknologi, namun tidak melupakan etika dan integritas moral yang kuat.  

鈥淯NAIR sebagai kampus modern harus mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya dengan perkembangan teknologi AI. Penggunaannya harus berpedoman pada slogan Excellence with Morality, menggunakan AI itu boleh, tetapi tetap butuh rambu-rambu,鈥 ungkapnya. 

Lebih lanjut, ia memberi perumpamaan bahwa AI bekerja layaknya Co-Pilot pesawat yang siap membantu navigasi dan kebutuhan rekomendasi data. Namun, kendali penuh atas navigasi tersebut tetap berpusat pada mahasiswa sebagai pilot utama. Hal ini sejalan dengan sistem AI yang bekerja berdasarkan basis data, sehingga apabila data tidak dimuat AI akan kehilangan kemampuannya untuk memecahkan masalah. 

鈥淛angan mentah-mentah menggunakan hasil pekerjaan AI. Karena sejatinya AI bekerja berdasarkan basis data dan kita adalah sivitas akademika UNAIR yang menjunjung tinggi nilai Excellence with Morality,鈥 tuturnya. 

Penggunaan AI dalam perguruan tinggi bukan untuk menggantikan peran mahasiswa, melainkan sekedar asisten pendukung pembelajaran. Oleh karena itu, Ikhsan menekankan bahwa penggunaan AI di lingkup perguruan tinggi harus mengedepankan prinsip cerdas, jujur, dan bertanggung jawab. 

Berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh AI, tidak lantas membuat teknologi ini tanpa batas. Penggunaan AI secara masif di era modernisasi hendaknya memiliki batasan dan etika, terutama pada lingkup perguruan tinggi. 

Ikhsan menyebut beberapa penggunaan AI yang lazim bagi mahasiswa. Yakni memanfaatkannya sebagai perantara brainstorming atau mengumpulkan ide hingga simulator tanya jawab saat menjelang presentasi dan ujian lisan. Menurutnya, hal ini ideal guna melatih kesiapan berpikir mahasiswa tanpa mengambil alih proses ketajaman analisis utama.

Ia turut mengingatkan beberapa risiko yang muncul apabila mahasiswa mengunggah data pribadi tanpa hati-hati pada AI. Data seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebaiknya tidak diunggah pada sistem, sebab AI akan menggunakannya sebagai database. Selain itu, penggunaan AI pada proses pengerjaan tugas seperti makalah atau penelitian, harap mencantumkan deklarasi penggunaan AI sebagai wujud etika dan transparansi akademik. 

鈥淪emua karya, baik berupa tulisan maupun visual, idealnya menyertakan deklarasi penggunaan AI. Hal ini penting karena dalam pendidikan, kita dilatih untuk berpikir sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita sendiri,鈥 pungkasnya. 

Penulis: Amelia Farah Putri Iswara

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT