东京热

东京热 Official Website

Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Berdayakan UMKM Papua Barat Lewat Inovasi Olahan Buah Matoa

Foto dari (Kiri ke Kanan) Luthfi Aqil Muyassar, Muhammad Irsyad Setiyawan, Mhd Zamal Nasution, SSi MSc PhD, Fira Adila Puteri, Muhammad Benoit Hakeem Al Riso, Muhammad Iqbal Fathoni dalam kelompok 12 Tim Ekspedisi Patriot (TEP) melakukan pengabdian masyarakat dengan tajuk Hilirisasi Komoditas Matoa Prafi: Transformasi Kawasan Melalui Ekosistem Ekonomi Terpadu. (Foto: Istimewa).
Foto dari (Kiri ke Kanan) Luthfi Aqil Muyassar, Muhammad Irsyad Setiyawan, Mhd Zamal Nasution, SSi MSc PhD, Fira Adila Puteri, Muhammad Benoit Hakeem Al Riso, Muhammad Iqbal Fathoni dalam kelompok 12 Tim Ekspedisi Patriot (TEP) melakukan pengabdian masyarakat dengan tajuk Hilirisasi Komoditas Matoa Prafi: Transformasi Kawasan Melalui Ekosistem Ekonomi Terpadu. (Foto: Istimewa).

UNAIR NEWS – Berbagai inovasi terus tumbuh bahkan dari pemikiran yang sederhana. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 东京热 (UNAIR) hadir ke wilayah transmigrasi di Papua Barat, dengan membawa inovasi pemanfaatan buah Matoa. Pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan tajuk Hilirisasi Komoditas Matoa Prafi: Transformasi Kawasan Melalui Ekosistem Ekonomi Terpadu.

TEP kelompok 12 dipimpin oleh dengan anggota Luthfi Aqil Muyassar, Muhammad Irsyad Setiyawan, Fira Adila Puteri, Muhammad Benoit Hakeem Al Riso, dan Muhammad Iqbal Fathoni. Mereka akan melakukan misi pengabdian masyarakat selama empat bulan dari Agustus – November 2026, di Kawasan Prafi, Manokwari, Papua Barat.

Zamal mengatakan, Prafi memiliki potensi sumber daya alam besar, seperti padi, hortikultura, dan perkebunan. Selain itu komoditas lokal seperti buah Matoa juga tumbuh melimpah, apalagi pada musim panen. Namun sayangnya, selama ini masyarakat setempat kurang memanfaatkannya, dan mereka hanya menjual dalam bentuk buah segar. Sehingga, nilai tambahnya masih rendah dan seringkali langsung menebang pohon Matoa ketika panen tiba. 

鈥淏erangkat dari alasan tersebut, kami ingin mengajarkan kepada mereka cara lain menikmati buah Matoa dan disulap menjadi produk lainnya. Di antaranya, dodol matoa, selai, stik buah, sambal matoa, kacang dari biji matoa, teh antioksidan dari kulit matoa, hingga es krim matoa berbasis susu. Produk-produk ini juga berpotensi menjadi menu pendamping Program Makan Bergizi (MBG) di sini,鈥 ujar Zamal.

Enam produk dari buah Matoa tersebut memanfaatkan seluruh bagian dari pohon Matoa, kecuali kayu dan daunnya. 鈥淪elain itu, kami juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ketika panen tiba itu dipetik, bukan malah langsung ditebang,鈥 tambah Zamal. 

Kemudian, mereka juga akan melakukan pemberdayaan kepada kelompok UMKM, khususnya perempuan pekerja yang menjadi tumpuan hidup keluarganya. Sehingga, nantinya Prafi memiliki ekosistem yang terdapat demand dan supply. 

鈥淛adi ketika UMKM berkembang, harapannya bisa membuka lapangan pekerjaan bagi para perempuan dan anak-anak muda juga di sana,鈥 ujar Zamal. 

Tantangan terbesar bukanlah teknologi, melainkan membangun kepercayaan masyarakat. 鈥淪etiap daerah memiliki karakter sosial, budaya, dan pengalaman yang berbeda terhadap berbagai program pembangunan. Karena itu, pendekatan kami adalah mendengarkan sebelum menawarkan solusi,鈥 tutur Zamal. Hal tersebut tercapaikan melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. 

Harapannya melalui program ini dapat memiliki dampak jangka panjang. 鈥淜ami ingin masyarakat Prafi semakin bangga terhadap potensi yang mereka miliki, terutama matoa sebagai buah asli Papua. Kemudian, kami juga merencanakan pemasaran yang akan diarahkan melalui toko-toko souvenir di Manokwari, platform digital, dan jejaring sepuluh perguruan tinggi peserta Tim Ekspedisi Patriot, sehingga produk lokal memiliki akses pasar yang lebih besar,鈥 ujar Zamal.

Terlaksananya program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) yang meliputi SDG 12: Responsible Consumption and Production, SDG 1: No Poverty, SDG 5: Gender Equality, SDG 8: Decent Work and Economic Growth, dan SDG 15: Life on Land. 

Penulis: Fauziah Kandela

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT