东京热

东京热 Official Website

Teknologi Bioflok Jadi Strategi Ekspedisi Patriot UNAIR Perkuat Ekonomi Masyarakat Prafi

Tim ekspedisi patriot saat mengunjungi peternak lele di prafi (Foto: istimewa).
Tim ekspedisi patriot saat mengunjungi peternak lele di prafi (Foto: istimewa).

UNAIR NEWS – Potensi budidaya ikan air tawar di kawasan transmigrasi Prafi, Manokwari, Papua Barat, menjadi peluang yang dikembangkan Tim Ekspedisi Patriot 东京热 (UNAIR) 2026 melalui teknologi bioflok. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat keterampilan masyarakat dalam budidaya lele sekaligus mendorong kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan secara berkelanjutan.聽

Program Penguatan Kapasitas SDM Masyarakat Transmigrasi melalui Budidaya Lele Bioflok Berkelanjutan untuk Mendukung Ekonomi dan Ketahanan Pangan di Prafi, Manokwari, Papua Barat merupakan bagian dari Strategi 4 Inkubasi Bisnis dan Hilirisasi Produk. Tim ini dipimpin oleh dan akan menjalankan misi pengabdian masyarakat selama empat bulan, Agustus鈥揘ovember 2026, di Kawasan Prafi, Manokwari, Papua Barat.聽

Ketua Tim Ekspedisi Patriot UNAIR menjelaskan bahwa pemilihan program berangkat dari potensi Prafi yang dinilai besar untuk pengembangan budidaya ikan air tawar. Namun, potensi tersebut masih perlu didukung dengan peningkatan keterampilan teknis masyarakat dan kemampuan dalam mengelola usaha perikanan.

鈥淜ami melihat Prafi memiliki potensi besar untuk budidaya ikan air tawar, tetapi keterampilan teknis dan pengelolaan usaha masyarakat masih perlu adanya penguatan. Karena itu, kami memilih budidaya lele bioflok sebagai sarana peningkatan kapasitas SDM sekaligus mendukung ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat,鈥 jelasnya.

Selama masa pengabdian, tim akan mendampingi masyarakat mulai dari mengenal dan mempraktikkan budidaya lele dengan sistem bioflok hingga mengelola hasilnya sebagai usaha. Pendampingan dilakukan secara bertahap melalui kolam percontohan, pengelolaan kualitas air dan pakan, hingga pemantauan pertumbuhan lele. Masyarakat juga akan dikenalkan dengan pengelolaan usaha dan pemasaran agar hasil budidaya nantinya tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan.

Pemilihan sistem bioflok berdasarkan pada karakteristiknya yang memungkinkan budidaya dilakukan dengan penggunaan air dan lahan yang relatif terbatas. Di sisi lain, lele memiliki masa produksi yang relatif singkat dan permintaan pasar yang cukup luas. Kombinasi tersebut bisa menjadi peluang bagi masyarakat Prafi untuk mengembangkan usaha perikanan yang sesuai dengan kondisi setempat.

Melalui program ini, tim menargetkan terbentuknya kolam percontohan dan kelompok usaha masyarakat, serta peningkatan keterampilan, produksi, dan pendapatan. Budidaya lele harapannya dapat menjadi sumber protein bagi masyarakat setempat.

Setelah program berakhir, ia berharap masyarakat mampu melanjutkan budidaya secara mandiri melalui kelompok usaha, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), maupun koperasi. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk menerapkan ilmu sekaligus belajar menyelesaikan persoalan bersama masyarakat. 

Program tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan ekonomi, SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan produksi pangan, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan usaha, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui teknologi budidaya efisien, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, penyuluh, dan masyarakat.

鈥淜ami berharap setelah program selesai, masyarakat mampu mengelola budidaya secara mandiri melalui kelompok usaha, BUMDes, atau koperasi. Bagi mahasiswa, program ini harapannya bisa menjadi pengalaman nyata dalam menerapkan ilmu, bekerja bersama masyarakat, dan menyelesaikan permasalahan di lapangan,鈥 pungkasnya.

Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra
Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT