Mimisan, atau epistaksis, adalah masalah kesehatan yang sangat umum terjadi di masyarakat. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, siapa pun dapat mengalami mimisan akibat cuaca panas, alergi, hingga hipertensi. Meski sering dianggap sepele, kasus mimisan yang berat dapat mengganggu aktivitas, memicu kecemasan, dan bahkan membutuhkan penanganan medis segera.
Selama ini, cara yang paling umum digunakan untuk menghentikan mimisan adalah tampon hidung (nasal packing). Akan tetapi, metode ini sering kali tidak nyaman, menimbulkan nyeri, serta berisiko menyebabkan cedera mukosa dan adhesi (jaringan lengket) setelah proses penyembuhan.
Untuk mengatasi masalah ini, para peneliti mengembangkan terobosan baru: tampon hidung berbahan dasar biomaterial alami, yaitu carboxymethyl cellulose (CMC), chitosan (CS), dan citric acid (CA) sebagai crosslinker yang ramah lingkungan.
Pemilihan CMC dan chitosan bukan tanpa alasan. Kedua bahan ini dikenal sebagai biomaterial yang aman untuk tubuh (biokompatibel), memiliki kemampuan menghentikan perdarahan (hemostatik),mampu menyerap cairan dengan cepat, mendukung proses penyembuhan. Sedangkan asam sitrat (citric acid) digunakan sebagai pengikat alami (green crosslinker) untuk meningkatkan kekuatan dan stabilitas struktur sponge tanpa menimbulkan toksisitas.

Gambar 1. Komposisi kitosan -CMC untuk Agen Penghenti Perdarahan bagi Mimisan
Dalam penelitian ini, para peneliti membandingkan spons CMC鈥揅S yang telah dikering-beku (freeze-dried) dengan dua jenis tampon yang biasa digunakan di rumah sakit, yaitu kasa gulung (cotton gauze) dan spons penghenti perdarahan komersial.
Tujuannya adalah untuk melihat apakah kombinasi biomaterial alami ini dapat memberikan kinerja henti perdarahan yang lebih baik ,kenyamanan pasien yang lebih tinggi, risiko komplikasi yang lebih rendah. Dan hasilnya sangat menjanjikan.
Di antara semua formula yang diuji, CS-CMC2 menunjukkan kinerja terbaik. Keunggulannya meliputi:
1. Struktur dan Daya Serap yang Superior
Spons ini memiliki morfologi berpori yang ideal dan mampu menyerap darah dengan cepat dan mendukung pembentukan bekuan.
2. Sangat Bersahabat dengan Darah (Hemokompatibel)
Pengujian menunjukkan bahwa material ini aman ketika bersentuhan langsung dengan darah, sehingga risiko iritasi atau reaksi buruk sangat rendah.
3. Kemampuan Pembekuan Darah Lebih Baik
Berbeda dengan kasa biasa, CS-CMC2 dapat menarik sel darah merah,m eningkatkan adhesi trombosit dan mempercepat pembentukan bekuan.

Gambar 2. Foto tersebut menggambarkan tampilan visual bahan-bahan pada berbagai tahap dalam proses penentuan keberadaan darah di dalam bahan hemostatik. Darah utuh diteteskan pada setiap sampel hingga mengembang sepenuhnya, kemudian air suling (DW) ditambahkan dan dikocok untuk menyebarkan eritrosit yang tidak menggumpal di dalam spons. Cairan dikumpulkan setelah bahan hemostatik dihilangkan.
Ini berkat kandungan chitosan, yang memang memiliki sifat hemostatik alami.
4. Efek Antibakteri
CS-CMC2 terbukti efektif melawan Staphylococcus aureus, bakteri yang sering menyebabkan infeksi pada saluran hidung.
Efek antibakteri ini membantu mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan mukosa hidung.

Gambar 3. Efek antibakteri agen hemostatik dari komposit kitosan dan CMC terhadap bakteri E.Coli dan S.Aureus
5. Kekuatan Mekanik yang Optimal
Sponge cukup kuat untuk dimasukkan ke dalam rongga hidung, tetapi tetap lembut untuk menjaga kenyamanan pasien.
Dengan keunggulan tersebut, tampon hidung berbasis CMC鈥揷hitosan ini menawarkan manfaat yang nyata yaitu menghentikan perdarahan lebih cepat, mengurangi rasa sakit dan trauma mukosa,lebih nyaman dibandingkan tampon konvensional ,mendukung penyembuhan jaringan dan menurunkan risiko infeksi.
Inovasi ini berpotensi menggantikan metode nasal packing tradisional, membuat penanganan mimisan menjadi lebih efektif, aman, dan ramah bagi pasien.
Penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi biomaterial CS-CMC2 adalah kandidat kuat sebagai tampon hidung masa depan. Dengan kemampuan menghentikan perdarahan yang cepat, sifat antibakteri, serta kenyamanan yang lebih baik, material ini mampu meningkatkan standar penanganan mimisan di layanan kesehatan.
Sebagai terapi baru yang menjanjikan, CS-CMC2 dapat menjadi terobosan penting dalam langkah sederhana tetapi krusial: menghentikan mimisan dengan cara yang lebih cerdas dan lebih aman.
Penulis : Prof. Dr. Prihartini Widiyanti, drg, M.Kes, S.Bio
Detail tulisan ini dapat dilihat di: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/carboxymethyl-cellulose-and-chitosan-based-tampon-for-effective-e/





