Perubahan kondisi iklim akibat pemanasan global membuat suhu udara semakin tidak menentu dan sulit diprediksi, padahal informasi suhu memiliki peran penting dalam berbagai sektor seperti kesehatan, pertanian, hingga perencanaan wilayah. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini mengembangkan model prediksi suhu udara menggunakan pendekatan SARIMA berbasis data Stasiun Meteorologi Juanda, yang terbukti mampu menghasilkan tingkat akurasi tinggi dengan nilai kesalahan (MAPE) hanya sekitar 1,658%.
Penelitian ini berfokus pada data suhu udara bulanan di Stasiun Meteorologi Juanda yang menunjukkan pola naik-turun berulang setiap tahunnya. Secara umum, suhu rata-rata berada di kisaran 28掳C, dengan variasi antara sekitar 24,3掳C hingga 30,5掳C, bahkan pada kondisi tertentu dapat mencapai suhu ekstrem di atas 37掳C . Pola musiman ini menunjukkan bahwa perubahan suhu udara tidak terjadi secara acak, melainkan memiliki kecenderungan yang bisa dikenali dan dipelajari.
Dengan memanfaatkan pola tersebut, penelitian ini mengembangkan model prediksi yang mampu memperkirakan suhu udara ke depan secara lebih terarah. Hasilnya menunjukkan bahwa suhu cenderung berfluktuasi di awal periode, kemudian meningkat hingga mendekati akhir tahun sebelum kembali menurun . Pola ini sejalan dengan dinamika musim yang terjadi di wilayah Jawa Timur, terutama peralihan antara musim kemarau dan penghujan.
Menariknya, hasil prediksi yang dihasilkan memiliki tingkat ketepatan yang sangat tinggi, sehingga dapat menjadi acuan yang andal dalam memahami perubahan suhu udara. Informasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan berbagai pihak untuk lebih siap menghadapi kondisi cuaca, baik dalam menjaga kesehatan, merencanakan aktivitas sehari-hari, maupun mendukung sektor pertanian dan industri.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa suhu udara yang tampak tidak menentu sebenarnya memiliki pola yang dapat dipelajari dan diprediksi dengan baik. Model yang dikembangkan mampu memberikan hasil prediksi yang sangat akurat, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam memahami kecenderungan suhu udara ke depan.
Dengan adanya informasi ini, berbagai pihak seperti pemerintah, pelaku industri, hingga masyarakat umum dapat mengambil langkah antisipatif terhadap potensi perubahan suhu yang ekstrem, mulai dari perencanaan aktivitas hingga upaya menjaga kesehatan. Ke depan, pemanfaatan data dan analisis seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya adaptasi terhadap perubahan iklim, sehingga dampaknya dapat diminimalkan dan kehidupan masyarakat menjadi lebih siap serta tangguh menghadapi dinamika cuaca.
Idrus Syahzaqi, Sediono, Muhammad Daffa Bintang Setyawan, Nabila Nurdin, Billy Christandy Suyono





