东京热

东京热 Official Website

Siap bersaing di ASEAN, Prodi Imunologi Punya Prospek Gemilang

Para akademisi dan pihak-pihak yang mendukung pengembangan Imunologi berfoto bersama dalam simposium Rabu lalu (3/8). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS 鈥 Salah Satu program studi (prodi) yang dimiliki Sekolah Pascasarjana 东京热 adalah S-2 Imunologi. Di sana, perkuliahan lintas disiplin ilmu disajikan. Para dosen dan mahasiswa pun berasal dari berbagai fakultas maupun departemen. Misalnya, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Keperawatan, Fakutas Kesehatan Masyarakat, Program Studi D-3 Analis Medis, dan lain sebagainya.

鈥淧ara mahasiswa yang sekarang belajar di prodi itu berasal dari seluruh wilayah nusantara,鈥 kata Wakil Direktur bidang Akademik Sekolah Pascasarjana Prof Dr Anwar Ma鈥檙uf., MKes., drh.

鈥淭ahun lalu, kami sudah menerima mahasiswa dari luar negeri. Demikian pula tahun ini,鈥 tambah Ketua Prodi S-2 Imunologi UNAIR dr. Agung Dwi Wahyu Widodo, MSi.

Agung menerangkan, di Indonesia tidak ada program studi S-2 yang fokus membahas imunologi dengan berbagai disiplin ilmu. Prodi ini hanya ada di UNAIR. Inilah keunikannya. Di beberapa kampus maupun fakultas, memang ada prodi yang berhubugan dengan imunologi. Namun umumnya, prodi tersebut sekadar membahas parsial terkait ilmu ini. Sedangkan UNAIR, menyuguhkan perkuliahan yang komprehensif dan mendalam tentang imunologi.

鈥淧rodi seperti ini ada di beberapa negara ASEAN. Jadi bisa dibilang, persaingan kami sudah di ranah global level ASEAN,鈥 imbuh Agung.

Ilmu pengetahuan terus berkembang dan Prodi Imunologi ini lintas bidang, sehingga 聽prospeknya pun begitu gemilang. Karena sasaran pengaplikasian imunologi makin luas, maka itu para mahasiswa dapat dipastikan bakal gampang berkarya di masyarakat.

Selama ini, untuk menguatkan kualitas, Prodi Imunologi terus melaksanakan kegiatan akademik di luar perkuliahan. Misalnya, dengan menggelar seminar, konferensi, maupun symposium seperti yang diadakan pada Rabu (3/8) lalu.

Event kaliber nasional bertajuk 鈥淪ymposium Wound Infection, From Basic to Clinic鈥 itu diminati banyak peserta. Ada sekitar 250 pengunjung dari 200 pengunjung yang ditargetkan. Jumlah ini terdiri dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu makalah yang menjadi perhatian pada symposium tersebut adalah soal zat aktif dalethyn yang berasal dari olive oil alias minyak zaitun. Ditegaskan dalam makalah dr. Agung, zat tersebut dapat membunuh kuman nosocomial. Kuman tersebut kerap menyerang pasien yang sedang dirawat di rumah sakit. Serangan tersebut dapat menyebabkan kematian. Selama ini, untuk 鈥渕emerangi鈥 kuman itu, sekadar menggunakan antibiotik.聽 (*)

Penulis 聽: Rio F. Rachman
Editor聽 : Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT