UNAIR NEWS 鈥 Prosesi Pengukuhan Gelar Doktor Honoris Causa Dato鈥 Sri Prof. DR. (H.C) Tahir, MBA., berlangsung dengan khidmat. Pada pergelaran acara yang dilangsungkan di Aula Garuda Mukti, Kampus C, 东京热, pada Kamis (8/3), Dato鈥 Tahir mendapat gelar kehormatan di bidang Ilmu Ekonomi dan Kebijakan Publik dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR.
Karena itu, Dekan FEB UNAIR Prof. Dr. Dian Agustia, SE., M.Si., Ak., selaku promotor menyatakan bahwa gelar doktor kehormatan yang diberikan kepada Dato鈥 Tahir sudah tepat. Selain berangkat dari keputusan pemerintah, pemberian gelar doktor kehormatan kepada Dato鈥 Tahir itu dilihat dari berbagi kiprah yang telah dilakukan dalam menuntaskan berbagai permasalahan bangsa dan dunia.
鈥淏ukan hanya itu, yang bersangkutan juga sudah pernah menjadi dosen luar biasa di FEB UNAIR. Dan, menjadi dosen tamu untuk mengisi kuliah umum kepada mahasiswa,鈥 terangnya.
Kemudian, di hadapan para puluhan hadirin yang terdiri atas beberapa pejabat penting negara, Dato鈥 Tahir pada sela menyampaikan orasi yang berjudul 鈥淢enjadikan Ekonomi Indonesia Berdaya Saing Global dengan Mengelola Sumber Daya Secara Berkeadilan: Prespektif Resource-Based Theory鈥, juga mengulas beberapa hal seputar jalan panjangnya dalam menggapai kesuksesan. Meski bagi dia, kesuksesan adalah sebuah proses dan jalan untuk terus dilanjutkan.
鈥淏agi saya, hidup ini ibarat pendakian gunung. Badai harus terus dihadapi dan setiap fase kesuksesan merupakan sebuah jalan yang harus terus dilanjutkan,鈥 ungkapnya.
Selain itu, Dato鈥 Tahir yang kelahiran Surabaya, 26 Maret 1952, itu mengungkapkan bahwa anugerah gelar doktor kehormatan yang diberikan UNAIR merupakan sebuah penghargaan yang luar biasa. Pasalnya, darah Surabaya yang menjadi tanah kelahirannya erat berkaitan dengan keberadaan UNAIR yang juga berada di tengah Kota Pahlawan itu.
鈥淪aya ini asli Surabaya. Rumah saya ada di pusat kota. Jadi, bukan sekadar Surabaya pinggiran,鈥 ucapnya yang diiringi tawa seluruh hadirin.
Pada akhir orasi, Dato鈥 Tahir kembali menekankan pentingnya peranan filantropi. Bagi dia, filantropi bukanlah sedekah atau kegiatan tanggung jawab sosial. Namun, filantropi merupakan komitmen yang harus terus dipegang dan dilakukan.
鈥淎pa聽 pun kondisinya, filantropi adalah sebuah komitmen. Upaya bersama untuk mewujudkan keadilan dan menjadikan bangsa ini semakin beradab,鈥 tandasnya.
Seusai paparan dari Dato鈥 Tahir, Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA., menyatakan bahwa hal-hal yang dikemukaan oleh Dato鈥 Tahir itu sejatinya sejalan dengan tekad UNAIR hingga lima tahun ke depan. 鈥淏ahwa kami juga berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia yang Adil dan Beradab,鈥 tandas Prof. Nasih
Penulis: Nuri Hermawan
Editor:聽 Feri Fenoria R





