东京热

东京热 Official Website

Seminar dan Workshop Penelitian In Silico Warnai FIKKIA UNAIR

KABAR FIKKIA 鈥 Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam () 东京热 menyelenggarakan Seminar dan Workshop Penelitian In Silico di Aula Kampus Mojo pada Kamis (19/06/2026). Kegiatan ini diikuti oleh dosen mahasiswa Kedokteran Hewan dan Akuakultur, serta peserta dari SMA Kristen Petra 5 Surabaya, SMAN 1 Jember, dan SMAN Umbulsari.

Dalam sambutannya, Koordinator Program Studi Kedokteran Hewan, drh. Bodhi Agustono, M.Si., menekankan pentingnya penguasaan metode penelitian berbasis simulasi komputer bagi mahasiswa dan peneliti.

鈥淎ktivitas seperti ini terus didorong agar sivitas akademika mengenal metode penelitian yang lebih hemat biaya, efisien, dan relevan dengan perkembangan teknologi,鈥 ujarnya.

Peluang Publikasi Ilmiah Bereputasi dengan Biaya Terjangkau

Sesi pertama menghadirkan Muchamad Muchlas, S.Pt., M.Pt., Ph.D., akademisi sekaligus pakar nutrisi ternak dari . Dalam paparannya, Muchlas menjelaskan bahwa publikasi pada jurnal internasional bereputasi tidak hanya menjadi luaran penelitian, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan visibilitas akademik, memperluas jejaring kolaborasi, serta memperkuat daya saing di tingkat global.

鈥淧ublikasi ilmiah dapat meningkatkan visibilitas akademik, memperluas jejaring kolaborasi, dan memperkuat daya saing di tingkat global,鈥 jelasnya.

Muchamad Muchlas, S.Pt., M.Pt., Ph.D

Ia juga memperkenalkan paradigma baru dalam publikasi ilmiah yang mencakup review paper, systematic review, dan analisis bibliografi. Selain itu, Muchlas menjelaskan bahwa penelitian modern kini berkembang melalui tiga pendekatan utama, yaitu in vivo (dalam organisme hidup), in vitro (di luar organisme hidup atau dalam tabung reaksi), dan in silico (melalui simulasi komputer).

In Silico Drug Discovery: Integrasi Bioinformatika dan Molecular Docking

Pada sesi berikutnya, Dr. Dewi Ratih Tirto Sari, S.Si., dosen Program Studi Farmasi . Dewi menjelaskan bahwa penelitian in silico memungkinkan proses penelitian dilakukan dengan bantuan teknologi komputasi. Melalui metode molecular docking, peneliti dapat mempelajari interaksi antara molekul obat dan protein target. Sementara itu, virtual screening digunakan untuk menyaring ribuan senyawa potensial, sedangkan prediksi ADMET (Absorption, Distribution, Metabolism, Excretion, and Toxicity) membantu menilai keamanan dan efektivitas suatu senyawa.

鈥淏ioinformatika berperan penting dalam analisis DNA dan RNA, prediksi struktur protein, hingga simulasi jalur metabolik. Semua ini membuat penelitian lebih cepat, murah, dan tetap akurat,鈥 ungkap Dewi.

Dalam sesi workshop, peserta diperkenalkan pada tahapan utama penelitian in silico yang meliputi identifikasi target biologis, pengumpulan data dari basis data bioinformatika, pemodelan struktur tiga dimensi protein atau molekul, molecular docking, virtual screening, prediksi ADMET, simulasi biologis, hingga validasi hasil melalui perbandingan dengan data eksperimen.

Rangkaian tahapan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana penelitian berbasis komputer dapat mempercepat proses penemuan obat, mengidentifikasi potensi toksisitas senyawa, menekan biaya penelitian, sekaligus membuka peluang publikasi ilmiah bereputasi.

Salah satu peserta, Christian Gravila (KH 23), mengaku memperoleh wawasan baru melalui kegiatan tersebut.

鈥淢elalui seminar dan workshop ini saya jadi mengetahui bahwa untuk mengetahui suatu senyawa bersifat toksik atau tidak, dapat dilakukan melalui pendekatan in silico,鈥 ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi praktik interaktif, di mana peserta berkesempatan mencoba langsung berbagai perangkat lunak bioinformatika dan simulasi komputer. Melalui kegiatan ini, FIKKIA UNAIR berharap dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus sumber inspirasi bagi mahasiswa dan peneliti muda untuk mengembangkan riset berbasis teknologi komputasi di masa mendatang.

Penulis: Amalia Sofi Ramadanti

Editor: Avicena C. Nisa

AKSES CEPAT