SURABAYA – Sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kompetensi dan keterampilan klinis para lulusannya, Program Studi Spesialis Ilmu Penyakit Mulut Fakultas Kedokteran Gigi ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) menyelenggarakan kegiatan lokakarya (workshop) bertaraf internasional. Agenda keilmuan ini dilaksanakan secara luring pada hari Senin (8/6/2026), bertempat di Ruang Seminar Ilmu Penyakit Mulut (IPM) FKG UNAIR.
Kegiatan akademik ini secara istimewa menghadirkan pakar patologi dan penyakit mulut dari Khon Kaen University, Thailand, yakni Asst. Prof. Ajiravudh Subarnbhesaj, DDS., Higher Grad. Dip (Oral Medicine), M.D.Sc. (Oral Pathology), Ph.D.
Lokakarya yang diselenggarakan pada pukul 13.00 WIB tersebut mengusung tajuk spesifik, yakni “To Biopsy or Not To Biopsy?”. Melalui tema ini, narasumber memberikan pemaparan serta pendampingan komprehensif mengenai pengambilan keputusan medis yang presisi terkait indikasi dan kontraindikasi pelaksanaan prosedur biopsi pada lesi rongga mulut. Penguasaan tahapan krusial ini dinilai sangat esensial bagi para spesialis guna menghindari kesalahan penanganan dan memastikan ketepatan diagnosis patologis.
Demi menjaga kualitas interaksi, efektivitas pemaparan, dan optimalisasi diskusi klinis, pelaksanaan lokakarya ini diselenggarakan secara eksklusif dengan kuota terbatas. Kepesertaan dikhususkan hanya untuk 15 orang peserta yang merupakan alumni dari Program Studi Spesialis Ilmu Penyakit Mulut FKG UNAIR. Pembatasan kuota ini dirancang agar setiap praktisi yang hadir dapat menerima supervisi langsung secara maksimal dari narasumber internasional, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan standar pelayanan medis kesehatan gigi dan mulut di masyarakat.




