东京热

东京热 Official Website

Menonton Piala Dunia hingga Dini Hari, Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

KABAR FIKKIA 鈥 Gelaran Piala Dunia selalu menjadi peristiwa yang dinantikan oleh jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Euforia turnamen terbesar dalam dunia sepak bola ini sering kali membuat masyarakat rela mengubah rutinitas hariannya demi menyaksikan pertandingan secara langsung. Pada Piala Dunia 2026, yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, perbedaan waktu sekitar 11鈥12 jam dengan Indonesia diperkirakan membuat banyak pertandingan berlangsung pada tengah malam hingga dini hari waktu Indonesia.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai dampak kesehatan yang dapat timbul akibat kebiasaan bergadang selama turnamen berlangsung. Dosen Kedokteran Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam () 东京热, dr. Noviyanti Eka Wardani, Sp.S, menjelaskan bahwa risiko kesehatan akibat menonton pertandingan hingga larut malam tidak dapat disamaratakan pada setiap individu.

dr. Noviyanti Eka Wardani, Sp.S

Menurut Novi, sebagian besar penggemar sepak bola umumnya tidak mengikuti seluruh pertandingan yang berlangsung selama turnamen. Kebanyakan hanya menonton laga yang melibatkan tim favorit atau pertandingan besar tertentu. Oleh karena itu, bergadang sesekali untuk menyaksikan pertandingan umumnya hanya menimbulkan efek sementara, seperti rasa kantuk, penurunan konsentrasi, dan perubahan suasana hati pada hari berikutnya.

鈥淵ang perlu diwaspadai bukan hanya menonton satu atau dua pertandingan tengah malam, tetapi ketika pola tidur terganggu secara terus-menerus selama beberapa minggu,鈥 ujarnya.

Dampak Kurang Tidur terhadap Kesehatan

Dari sudut pandang medis, kurang tidur yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur kronis berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan metabolik, hipertensi, penyakit kardiovaskular, penurunan fungsi kognitif, hingga gangguan kesehatan mental. Risiko tersebut menjadi lebih besar pada individu yang telah memiliki faktor risiko atau riwayat penyakit tertentu.

Selain kebiasaan bergadang, pola konsumsi makanan saat menonton pertandingan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Tidak sedikit penggemar yang menemani waktu menonton dengan camilan tinggi gula, garam, dan lemak, seperti gorengan, keripik, makanan cepat saji, atau minuman manis.

Menurutnya kebiasaan tersebut justru dapat memberikan dampak kesehatan yang lebih besar dibandingkan bergadang itu sendiri apabila dilakukan secara berulang selama turnamen berlangsung. Secara fisiologis, tubuh manusia tidak dirancang untuk menerima asupan kalori dalam jumlah besar pada malam hingga dini hari.

Pada waktu tersebut sensitivitas insulin menurun, metabolisme glukosa menjadi kurang efisien. Tubuh cenderung menyimpan energi sebagai lemak. Kombinasi kurang tidur dan konsumsi makanan tinggi gula serta lemak juga meningkatkan rasa lapar melalui perubahan hormon ghrelin dan leptin, sehingga seseorang cenderung makan lebih banyak daripada kebutuhan sebenarnya. Dalam jangka pendek hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan, gangguan lambung, refluks asam lambung (GERD), dan peningkatan kadar gula darah maupun tekanan darah.

Kelelahan dan penurunan konsentrasi di tempat kerja. Sumber: freepik

Akibatnya, konsumsi makanan tinggi kalori pada malam hari lebih mudah meningkatkan berat badan dan memengaruhi keseimbangan metabolisme tubuh. Kombinasi antara kurang tidur dan konsumsi makanan kurang sehat juga dapat memengaruhi hormon pengatur rasa lapar, sehingga seseorang cenderung makan lebih banyak daripada kebutuhan tubuhnya.

鈥淏ergadang berminggu-minggu yang disertai konsumsi makanan kurang sehat dapat menciptakan tiga beban sekaligus, yaitu imunitas yang lebih lemah, inflamasi yang meningkat, serta gangguan metabolisme glukosa dan lemak,鈥 jelasnya.

Kelompok yang Perlu Lebih Waspada

Dokter Neurologi RS Yasmin Banyuwangi itu menambahkan bahwa kelompok yang paling rentan mengalami dampak kesehatan akibat kurang tidur adalah penderita penyakit kronis dan lansia. Pada penderita hipertensi, diabetes, penyakit jantung, gagal jantung, maupun riwayat stroke, kurang tidur dapat memperburuk kondisi yang sudah ada melalui peningkatan tekanan darah, gangguan kontrol gula darah, serta peningkatan risiko kardiovaskular.

Sementara itu, pada lansia, kemampuan tubuh untuk beradaptasi terhadap perubahan ritme tidur cenderung menurun. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan konsentrasi, penurunan daya ingat, hingga gangguan keseimbangan yang berpotensi meningkatkan risiko jatuh.

Dampak kurang tidur juga dapat dirasakan oleh remaja dan anak-anak. Pada kelompok usia tersebut, tidur memiliki peran penting dalam proses belajar, perkembangan otak, dan regulasi emosi. Bergadang berulang dapat menurunkan konsentrasi, memengaruhi daya ingat, serta berdampak pada prestasi akademik dan kesehatan mental.

Masyarakat juga perlu mengenali tanda-tanda awal kurang tidur, seperti rasa kantuk berlebihan, sulit bangun pagi, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, mata terasa berat, dan mudah tersinggung. Pada kondisi tertentu, keluhan dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih serius, seperti jantung berdebar, peningkatan tekanan darah, hingga penurunan daya tahan tubuh.

Tips Menikmati Piala Dunia Tanpa Mengorbankan Kesehatan

Agar tetap dapat menikmati pertandingan tanpa mengorbankan kesehatan, dr. Novi menyarankan masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih pertandingan yang ingin ditonton. Tidak semua laga harus disaksikan secara langsung, terutama jika jadwal pertandingan berpotensi mengganggu waktu istirahat.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga durasi tidur harian sekitar tujuh hingga sembilan jam, baik dengan tidur lebih awal sebelum pertandingan maupun memanfaatkan waktu istirahat pada siang hari.

Selain itu, konsumsi camilan sehat seperti buah, yoghurt, kacang-kacangan, atau makanan tinggi protein dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Menjaga kecukupan cairan dan tetap melakukan aktivitas fisik ringan juga penting untuk membantu tubuh tetap bugar selama mengikuti rangkaian pertandingan.

Menurut dr. Novi, menikmati euforia Piala Dunia merupakan hal yang wajar. Namun, antusiasme tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga kesehatan. Dengan pengaturan waktu istirahat yang baik dan pola hidup yang sehat, masyarakat tetap dapat menikmati setiap pertandingan tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat kurang tidur.

Penulis: Amalia Sofi Ramadanti

Editor: Avicena C. Nisa

AKSES CEPAT