东京热

东京热 Official Website

Perjuangan Tiga Mahasiswa Unair di Kompetisi Find IT

FTMM NEWS – Tiga mahasiswa 东京热 mengikuti sebuah kompetisi nasional bergengsi, Find IT. Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kompetisi ini pada 16 Mei 2026. Flavio, Maula Linas, dan Aditya mewakili nama baik kampus kita. Awalnya, Flavio melihat poster pendaftaran ajang adu bakat pemrograman tersebut. Ia langsung merasakan ketertarikan untuk berpartisipasi menguji kemampuan koding logisnya.

Awal Perjalanan Menuju Lomba

Selanjutnya, Flavio mengajak Maula Linas membentuk sebuah tim pemrograma. Mereka membutuhkan satu anggota lagi untuk memenuhi persyaratan kompetisi Find IT. Oleh karena itu, Aditya menawarkan diri melengkapi formasi tim tersebut. Ketiga mahasiswa ini menyatukan tekad menghadapi tantangan pemecahan masalah algoritma. Mereka berlatih keras mempersiapkan diri menghadapi para veteran olimpiade sains.

Kejutan Lolos Babak Puncak

Kemudian, tahap penyisihan daring mulai menguji ketangguhan mental para peserta. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turut memeriahkan kompetisi ini. Banyak lawan mereka merupakan veteran ahli penyelesaian masalah komputasi nasional. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat juang tim kebanggaan kita. Mereka berhasil memecahkan tiga dari total delapan pertanyaan sangat rumit.

Sistem penjurian memberikan peringkat tiga puluh kepada tim andalan Unair. Posisi ini mengancam peluang mereka melaju menuju babak final kompetisi Find IT. Akan tetapi, panitia menemukan indikasi kecurangan puluhan tim peringkat atas. Banyak peserta lain menggunakan kecerdasan buatan saat mengerjakan tes daring. Sebagai hasilnya, tim kita sukses naik menuju peringkat sepuluh besar.

Pertarungan Mengasah Kemampuan

Akhirnya, panitia mengundang sepuluh tim terbaik menuju arena kompetisi luring. Ketiga pahlawan kampus kita segera membeli tiket kereta Sri Tanjung. Mereka berangkat dari Stasiun Gubeng melintasi jalur rel pulau Jawa. Tim Airlangga melangkahkan kaki memasuki kawasan kampus UGM secara mandiri. Mereka memandang takjub kemegahan gedung fakultas teknik perguruan tinggi tersebut.

Selain itu, mereka merasakan aura kompetisi memanas dalam ruang perlombaan. Ternyata, para peserta kompetisi Find IT tidak mengenakan jas almamater sama sekali. Sebaliknya, mayoritas anak pemrograman memakai pakaian santai seperti kaos oblong. Terdapat satu peserta tunggal mengenakan seragam olimpiade sains tingkat internasional. Kehadiran peserta tunggal ini memanaskan atmosfer ajang adu bakat tersebut.

Meraih Pengalaman Berharga

Sementara itu, soal pemrograman dinamis mendominasi babak puncak kompetisi Find IT. Tim kita mengerahkan seluruh tenaga menyusun kode penyelesaian masalah tersebut. Sayangnya, sistem penjurian menolak hasil karya mereka tanpa ampun sedikitpun. Dengan demikian, mereka hanya mampu menyelesaikan satu tantangan secara resmi. Mereka terus mencoba mencari solusi alternatif hingga waktu perlombaan habis.

Pada akhirnya, mahasiswa kita meraih peringkat keempat belas dalam kompetisi. Universitas Indonesia dan Bina Nusantara berhasil merajai papan skor nasional. Kami memastikan tim kita tidak merasa sedih atas perolehan ini. Mereka menganggap pengalaman berharga ini sebagai motivasi memacu prestasi pemrograman. Mereka berkomitmen meningkatkan kapasitas diri demi menjuarai ajang tahun depan.

Penulis : Flavio Harigunawan Tetjiakusuma, Imannanda Maula Linas, Aditya Dhafa Priputra (Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan)

Editor : Andri Hariyanto

 

AKSES CEPAT