SURABAYA 鈥 Tramed atau keterampilan medis veteriner adalah pondasi krusial bagi
mahasiswa kedokteran hewan untuk menjembatani teori akademik dengan praktik klinis di
lapangan. Pelatihan ini membekali calon dokter hewan dengan kemampuan teknis vital
sebelum turun langsung menangani pasien. Menjadi seorang dokter hewan tidak hanya
menuntut penguasaan teori di ruang kelas, tetapi juga membutuhkan ketangkasan dan
ketajaman insting saat menghadapi pasien. Untuk menguasai hal tersebut, mahasiswa
kedokteran hewan diwajibkan mengikuti program keterampilan medis atau yang dikenal
dengan sebutan tramed. Tramed dirancang dengan pendekatan bertahap, mulai dari
pengenalan alat, demonstrasi menggunakan boneka peraga hingga hands on. Selama periode
koasistensi divisi klinik salah satu tramed yang dilaksanakan dengan topik 鈥淒ressing sterile,
foot bandage, head bandage, dan robert jones bandage鈥 dengan dosen pembimbing drh.
Mirza Atikah Madarina Hisyam, M.Si.
Dalam dunia medis veteriner dan penanganan cedera, pemilihan jenis bandage yang tepat
memegang peranan krusial untuk mempercepat proses penyembuhan, mengurangi
pembengkakan, dan memberikan dukungan optimal pada bagian tubuh yang mengalami
trauma. Dalam medis veteriner, penggunaan bandage sering diterapkan pada kasus luka
terbuka, fraktur, pascaoperasi, maupun cedera jaringan lunak.
Pemasangan bandage pada hewan memiliki tantangan tersendiri, mulai dari anatomi yang
bervariasi, keberadaan bulu, serta perilaku hewan yang aktif dapat memengaruhi
keberhasilan pemasangan bandage. Oleh karena itu, harus dipahami prinsip dasar
pemasangan bandage yang benar, seperti memastikan tekanan balutan tidak terlalu ketat agar
sirkulasi darah tetap baik, namun juga tidak terlalu longgar sehingga balutan mudah lepas.
Teknik pemasangan bandage yang baik harus mampu memberikan perlindungan tanpa
menyebabkan komplikasi seperti edema, nekrosis jaringan, atau iritasi kulit.
Keterampilan medis veteriner memberikan implementasi nyata terhadap SDGs 3: Good
Health and Well-Being yaitu dengan adanya pemahaman mengenai prinsip sterilitas, teknik
pemasangan bandage yang tepat, serta evaluasi, calon dokter hewan diharapkan mampu
memberikan pelayanan medis yang aman, efektif, dan berorientasi pada kesejahteraan
hewan. Selain itu SDGs 4: Quality Education melalui penyediaan proses pembelajaran yang
aplikatif, terstruktur, dan berbasis kompetensi. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada
mahasiswa untuk mengintegrasikan teori dengan praktik langsung. Serta SDGs 15: Life on
Land juga termasuk dalam implementasi khususnya dalam mendukung perlindungan,
kesehatan, dan kesejahteraan hewan. Selain itu, pemahaman mengenai prinsip kesejahteraan
hewan yang diterapkan dalam proses tramed membantu membentuk sikap profesional yang
menghargai kehidupan hewan dan pentingnya perawatan yang humanis. Dengan tersedianya
tenaga dokter hewan yang terampil dan kompeten, upaya konservasi, rehabilitasi, serta
pemeliharaan kesehatan hewan dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga mendukung
terciptanya ekosistem yang sehat, seimbang, dan berkelanjutan.
(Divisi Klinik, Atina Mutrikah, PPDH Gelombang 43, Tandem 3, Kelompok 3B)




