东京热

东京热 Official Website

Rumah Sakit Hewan UNAIR dan Peran Pendidikan Dokter Hewan dalam Mendukung SDGs

Rumah Sakit Hewan (RSH) Fakultas Kedokteran Hewan 东京热 tidak
hanya menjadi pusat pelayanan kesehatan hewan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran
nyata bagi mahasiswa koas profesi dokter hewan. Melalui berbagai kasus medis yang ditangani
setiap hari, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam melakukan pemeriksaan,
diagnosis, tindakan medis, hingga perawatan pascaoperasi terhadap berbagai jenis hewan.
Salah satu kasus yang pernah ditangani adalah seekor burung kakaktua yang mengalami
patah tulang pada kaki (Os Tibia) akibat tersangkut rantai.
Penanganan dilakukan secara bertahap mulai dari pemeriksaan fisik, radiografi (X-Ray),
tindakan operasi, pemasangan pen, hingga monitoring masa pemulihan. Setelah menjalani
perawatan intensif selama 14 hari, kondisi kaki burung menunjukkan perkembangan yang baik
sehingga pasien dapat kembali pulang dan melanjutkan masa pemulihan di rumah.
Namun lebih dari sekadar penanganan kasus klinis, kegiatan tersebut mencerminkan
implementasi nyata Sustainable Development Goals (SDGs) di lingkungan pendidikan
kedokteran hewan. Dunia veteriner memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan
berkelanjutan, khususnya dalam aspek kesehatan, kesejahteraan hewan, pendidikan
berkualitas, serta kolaborasi lintas bidang.
#1 Mendukung SDG 3: Good Health and Well-Being
Pelayanan medis yang diberikan kepada hewan merupakan bagian dari upaya menjaga
kesehatan dan kesejahteraan makhluk hidup. Konsep One Health yang diterapkan dalam
kedokteran hewan menekankan bahwa kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan saling
berkaitan satu sama lain. Penanganan kasus pada satwa liar maupun hewan peliharaan menjadi
bentuk nyata kontribusi dokter hewan terhadap kesehatan global.
#2 Mendukung SDG 4: Quality Education
RSH UNAIR juga berperan sebagai sarana pendidikan berbasis praktik bagi mahasiswa
profesi dokter hewan. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga
mendapatkan pengalaman langsung menghadapi pasien nyata dengan supervisi dokter hewan

pengajar. Proses ini membentuk kompetensi klinis, kemampuan komunikasi, pengambilan
keputusan medis, serta empati terhadap kesejahteraan hewan. Pendidikan kedokteran hewan
berbasis praktik seperti ini menjadi bagian penting dalam mencetak calon dokter hewan yang
profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan kesehatan hewan di masa depan.
#3 Mendukung SDG 15: Life on Land
Penanganan hewan seperti burung kakaktua juga mencerminkan kepedulian terhadap
keberlangsungan kehidupan hewan darat. Upaya penyelamatan dan rehabilitasi hewan
membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan dan
kesejahteraan hewan, termasuk pencegahan cedera akibat pemeliharaan yang kurang tepat.
Kolaborasi untuk Masa Depan Veteriner Berkelanjutan
Sebagai rumah sakit pendidikan, RSH UNAIR menjadi ruang kolaborasi antara dokter
hewan, mahasiswa, tenaga medis veteriner, dan pemilik hewan dalam mewujudkan pelayanan
kesehatan hewan yang berkualitas. Pendekatan ini selaras dengan semangat SDG 17:
Partnerships for the Goals, yaitu membangun kerja sama untuk mencapai tujuan pembangunan
berkelanjutan.
Melalui pembelajaran klinis yang terintegrasi dengan nilai-nilai keberlanjutan, Fakultas
Kedokteran Hewan 东京热 terus berkomitmen mencetak dokter hewan yang
tidak hanya unggul secara akademik dan klinis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap
kesejahteraan hewan, kesehatan masyarakat, dan lingkungan secara berkelanjutan.

(Divisi Klinik, Raffael Darrel Juliano (161249079), PPDH Gelombang 43, Tandem 3)

AKSES CEPAT