¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Mengenal Parasit pada Reptil Peliharaan: Identifikasi Oxyurida sp. pada Feses Iguana oleh Mahasiswa PPDH FKH UNAIR

Surabaya, 12 Juni 2026 — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) angkatan 45 Tandem 1 Fakultas Kedokteran Hewan ¶«¾©ÈÈ yang sedang menjalani koasistensi di Divisi Parasitologi Veteriner melaksanakan pemeriksaan parasitologi terhadap sampel feses seekor iguana peliharaan yang berasal dari lingkungan rumah di Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran diagnostik laboratorium untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mendeteksi dan mengidentifikasi parasit pada hewan eksotik, khususnya reptil.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode apung, yaitu teknik yang umum digunakan untuk mendeteksi telur cacing pada sampel feses. Sampel feses dicampurkan dengan larutan apung, kemudian diamati secara mikroskopis setelah proses preparasi selesai. Metode ini memanfaatkan perbedaan berat jenis antara telur parasit dan larutan sehingga telur dapat mengapung ke permukaan dan lebih mudah diamati di bawah mikroskop.

Berdasarkan hasil pengamatan mikroskopis, ditemukan telur cacing yang memiliki karakteristik morfologi khas kelompok Oxyurida sp.. Telur yang ditemukan berbentuk oval hingga sedikit asimetris dengan dinding yang relatif tebal dan transparan. Berdasarkan karakteristik tersebut, sampel dinyatakan positif mengandung telur Oxyurida sp.

Oxyurida merupakan kelompok nematoda yang sering ditemukan pada berbagai jenis reptil, termasuk iguana. Cacing ini umumnya hidup di saluran pencernaan dan memiliki siklus hidup langsung tanpa memerlukan inang perantara. Penularan biasanya terjadi melalui konsumsi telur infektif yang terdapat pada lingkungan, pakan, air minum, atau kandang yang terkontaminasi feses. Pada infeksi ringan, hewan sering kali tidak menunjukkan gejala klinis yang jelas. Namun, pada infeksi yang lebih berat dapat terjadi gangguan pencernaan, penurunan kondisi tubuh, penurunan nafsu makan, hingga pertumbuhan yang kurang optimal.

Temuan telur Oxyurida sp. pada iguana peliharaan menunjukkan pentingnya pemeriksaan feses secara berkala sebagai bagian dari manajemen kesehatan reptil. Selain menjaga kebersihan kandang, pemilik hewan juga perlu memperhatikan sanitasi lingkungan, kualitas pakan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mendukung kesejahteraan hewan peliharaan dan mencegah peningkatan populasi parasit di dalam tubuh hewan.

Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa PPDH 45 Tandem 1 dalam melakukan pemeriksaan laboratorium parasitologi, mulai dari penanganan sampel, preparasi menggunakan metode apung, hingga identifikasi telur cacing berdasarkan karakteristik morfologinya. Selain meningkatkan keterampilan diagnostik, kegiatan tersebut juga memperkuat pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini penyakit parasitik pada hewan peliharaan eksotik.

Kegiatan pemeriksaan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui upaya pemeliharaan kesehatan hewan dan pencegahan penyakit, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi mahasiswa dalam bidang diagnostik veteriner, serta SDG 15 (Life on Land)melalui peningkatan kesadaran terhadap kesehatan dan kesejahteraan satwa. Melalui kegiatan ini, diharapkan pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan dapat terus diterapkan dalam praktik kedokteran hewan sehari-hari.

Penulis: Neona Dwi Nila Cahyani (Mahasiswa PPDH Gelombang 45 Tandem 1)

Editor: Mochamad Arifudin (Divisi Parasitologi Veteriner)

AKSES CEPAT