¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Talkshow Kanker Rongga Mulut di RS ¶«¾©ÈÈ, Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Masyarakat

Surabaya, 30 Juli 2026 – Program Studi Spesialis Ilmu Penyakit Mulut Fakultas Kedokteran Gigi ¶«¾©ÈÈ (FKG Unair) bekerja sama dengan Poli Gigi RS ¶«¾©ÈÈ (RSUA) menyelenggarakan kegiatan talkshow edukatif bertajuk “Kanker Rongga Mulut (Oral Squamous Cell Carcinoma)” pada Kamis (30/7). Kegiatan yang berlangsung di Poli Gigi RSUA ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker rongga mulut sebagai upaya menekan angka keterlambatan diagnosis.
Acara dibuka dan didampingi secara langsung oleh Prof. Diah Savitri Ernawati, drg., M.Si., Sp.PM(K) selaku Koordinator Program Studi Spesialis Ilmu Penyakit Mulut FKG Unair sekaligus Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) Poli Ilmu Penyakit Mulut RS ¶«¾©ÈÈ.
Pada sesi pertama, drg. Berlian Bidarisugma menyampaikan materi mengenai Oral Squamous Cell Carcinoma (OSCC), yaitu jenis kanker rongga mulut yang paling sering dijumpai. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa kanker rongga mulut merupakan pertumbuhan sel ganas yang dapat berkembang pada jaringan rongga mulut dan sering kali tidak disadari pada tahap awal. Masyarakat diajak untuk mengenali berbagai tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, seperti luka di mulut yang tidak sembuh lebih dari dua minggu, bercak putih maupun merah, benjolan atau penebalan jaringan, gigi goyang tanpa penyebab yang jelas, hingga perubahan suara atau sariawan yang sering kambuh. Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi mengenai tahapan penyakit, proses diagnosis, pilihan terapi, serta langkah-langkah pencegahan, termasuk menjaga kebersihan rongga mulut, menghentikan kebiasaan merokok, membatasi konsumsi alkohol, dan melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.
Sesi berikutnya disampaikan oleh drg. Ekhan Retno Asih Primadani yang memperkenalkan SAMURI (Periksa Mulut Sendiri) sebagai metode sederhana untuk mendeteksi kelainan rongga mulut secara mandiri. Peserta diajak memahami langkah-langkah pemeriksaan mulai dari wajah, leher, bibir, pipi bagian dalam, lidah, dasar mulut, langit-langit mulut, hingga gusi. Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan mampu mengenali perubahan yang tidak normal pada rongga mulut sehingga dapat segera berkonsultasi ke dokter gigi apabila menemukan kelainan yang mencurigakan.
Suasana talkshow berlangsung hangat dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya perhatian yang diberikan selama penyampaian materi. Pada sesi diskusi, dua peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait kanker rongga mulut dan upaya deteksi dini. Untuk menambah semangat peserta, panitia juga mengadakan kuis interaktif. Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan bingkisan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Spesialis Ilmu Penyakit Mulut FKG ¶«¾©ÈÈ berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mengenali tanda-tanda awal kanker rongga mulut serta tidak menunda pemeriksaan apabila menemukan kelainan yang berlangsung lebih dari dua minggu. Edukasi kesehatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini sehingga peluang keberhasilan pengobatan menjadi lebih besar.

AKSES CEPAT