UNAIR NEWS – Lama bergelut dalam laboratorium stem cell, Annas Prasetyo Adi ingin berkontribusi di bidang kesehatan dengan memanfaatkan limbah medis plasma darah pasien聽 dalam proses isolasi stem cell. Berbekal tesisnya berjudul 鈥淧roliferasi Mesenchymal Stem Cells From Human Exfoliated Deciduous Teeth (Shed) yang di Kultur Pada Media Dengan Plasma Darah Manusia鈥 Annas dinobatkan wisudawan terbaik S-2 Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 东京热 dengan IPK 3,84.
Kepeduliannya dengan pasien terhadap mahalnya biaya terapi pengobatan berbasis stem cell inilah yang mendorong alumnus S-2 Biologi ini membuat alternatif baru. Alternatif itu dimulai dari plasma darah pasien yang dijadikan sebagai pengganti fetal bovine serum (FBS) yang selama ini menjadi komponen penting sebagai campuran medium kultur stem cell.
鈥淧engggunaan stem cell yang dikultur dalam medium yang telah dimodifikasi tersebut dapat mengurangi bahaya penolakan dan lebih aman ketika digunakan dalam aplikasi klinis karena plasma darah tersebut berasal dari pasien itu sendiri,鈥 jelas wisudawan terbaik asal Sidoarjo.
Disamping pengetahuan akademisnya tersebut, ia juga pandai memodifikasi peralatan laboratorium penelitiannya akibat keterbatasan fasilitas yang ia temuai disana.
鈥淎walnya saya kesulitan untuk melaksanakan penelitian ini karena keterbatasan fasilitas, Tapi dengan memodifikasi segala peralatan yang sangat terbatas itu, akhirnya saya mendapatkan tambahan ilmu praktis yang tidak pernah didapatkan dibangku perkuliahan,鈥 imbuh Annas.
Keuletan menjadi sebuah kata yang tidak bisa jauh dari pribadi Annas. Ikhlas sampai tuntas itulah yang selalu ia geluti di dalam laboratorium biologi setiap hari.
鈥淚khlas dan selalu mencoba untuk menyelesaikan apa yang sudah saya mulai sampai tuntas.聽 Walaupun terkadang harus terbangun dini hari dan mengorbankan waktu istirahat tetapi yang penting saya melakukan semuanya dengan senang hati dan ikhlas,鈥 jelas Annas.
Ia tidak menyangka, bahwa proses yang membuatnya jatuh dan bangun untuk mendapatkan gelar magister tersebut akhirnya dapat terselesaikan beserta bonus menjadi wisudawan terbaik S-2 FST. (*)
Penulis : Disih Sugianti
Editor : Nuri Hermawan





