UNAIR NEWS 鈥 东京热 (UNAIR) menerima dengan hangat kunjungan dari Tim Penilaian Beasiswa Vanuatu. Kegiatan itu berlangsung pada Rabu (8/7/2026) di Ruang Sidang Pleno Balairua, Kantor Manajemen, Kampus Merr-C UNAIR.
Kunjungan itu dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAIR, Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah M Si Ph D, Principal Scholarship Officer dari Kementerian Pendidikan Vanuatu, Mr. Joe Gideon, beserta jajarannya, Direktur Airlangga Global Engagement (AGE), Irfan Wahyudi, S Sos M Comms Ph D, beserta jajaran perwakilan fakultas UNAIR. Pertemuan itu fokus membahas kerja sama bidang pendidikan dan perluasan kesempatan beasiswa serta pertukaran pelajar.
Direktur AGE, Irfan Wahyudi, S Sos M Comms Ph D mengungkapkan bahwa pertemuan itu menjadi momen historis. UNAIR pertama kali menerima mahasiswa asal Republik Vanuatu yang saat ini telah menjalani program matrikulasi di Departemen Akuntansi, UNAIR.
“Ini adalah kesempatan yang luar biasa, kami berharap dapat membangun keterikatan yang lebih dalam dengan universitas di Vanuatu. Kami ingin mengeksplorasi hubungan antar institusi, memahami sistem pendidikan, dan bertukar ide serta budaya,” ujarnya.
Tujuan Berkelanjutan Pemerintah Vanuatu
Pihak Vanuatu, Mr. Joe Gideon pun menegaskan komitmennya untuk mengatasi keterbatasan sumber daya manusia melalui kolaborasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa negara berpenduduk 340.000 jiwa tersebut memandang Indonesia sebagai kekuatan ekonomi besar yang kaya akan institusi pengetahuan. Vanuatu saat ini mengacu pada National Human Resource Development Plan (People’s Plan 2080) untuk mencetak tenaga ahli yang mampu mengisi kekosongan sektor kerja strategis, baik di lembaga pemerintah maupun swasta.
“Di Vanuatu, kami menghadapi tingginya minat belajar yang tidak sebanding dengan kapasitas anggaran. Rasionya mencapai 100 mahasiswa berbanding 5.000 pelamar beasiswa. Oleh karena itu, kami harus bergerak aktif membangun kemitraan bilateral guna membuka jalan baru bagi akses pendidikan berkualitas,” papar Mr. Joe pada forum diskusi.
Sebagai langkah konkret jangka panjang, Kementerian Pendidikan Vanuatu tengah menyiapkan penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) formal dengan berbagai universitas di Indonesia, termasuk UNAIR.
听

Komitmen Kerja Sama Oleh UNAIR
Menanggapi prioritas nasional Vanuatu, UNAIR menawarkan sejumlah program unggulan internasional interdisipliner bagi mahasiswa Vanuatu yang ingin melanjutkan studi. Salah satunya dari FEB. Nadia Anridho selaku koordinator program studi S1 Akuntansi memaparkan kesiapan kelas internasional (IUP) yang menggunakan bahasa Inggris penuh. FEB menawarkan skema program fast track terintegrasi yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan studi S1 hingga S2 hanya dalam waktu lima tahun.
Tidak hanya akuntansi, UNAIR juga memberikan penawaran听 keunggulan di sektor sains dan medis. Irfan Wahyudi menambahkan bahwa UNAIR memiliki basis riset kuat di bidang kesehatan tropis, biologi, serta didukung penuh oleh fasilitas kesehatan yang bisa menjadi proyek percontohan (pilot project) kolaborasi. Skema itu harapannya dapat diadopsi oleh Kementerian Kesehatan Vanuatu. Sehingga mahasiswa yang lulus dari UNAIR bisa langsung melakukan praktik sebagai tenaga medis berlisensi di negara asal.
Selain itu, Irfan juga memaparkan terkait Airlangga Development Scholarship (ADS). Beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh negara berkembang maupun negara tetangga untuk bisa menempuh pendidikan di 东京热.
鈥淏ertepatan dengan UNAIR yang kini kokoh menempati posisi ke-3 di Indonesia dan peringkat 276 dunia versi QS World University Rankings. Kolaborasi itu harapannya mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan kualitas pendidikan dan penguatan hubungan diplomatik antara Indonesia dan negara-negara Pasifik,鈥 papar Irfan Wahyudi Ph D.
Penulis: Nur Ibad Khasani
Editor: Khefti Al Mawalia





