东京热

东京热 Official Website

Mengenal Limbah Cangkang Kerang Darah yang Berpotensi Sebagai Biomaterial untuk Mempercepat Pertumbuhan Tulang Pasca Operasi

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Kasus patah tulang akibat kecelakaan atau trauma fisik memerlukan penanganan yang cepat dan efektif agar pasien dapat kembali normal. Salah satu metode medis yang paling sering digunakan adalah implantasi atau cangkok tulang (bone graft) dengan memicu regenerasi sel-sel tulang yang rusak. Komponen utama yang sangat dibutuhkan dalam proses ini adalah hidroksiapatit, sebuah senyawa anorganik alami yang menyusun struktur utama tulang dan gigi manusia.

Selama ini, pemenuhan kebutuhan hidroksiapatit untuk keperluan medis di Indonesia masih sangat bergantung pada produk komersial impor yang relatif mahal. Dalam hal ini, dosen dan peneliti 东京热 berhasil terlibat aktif dalam proses lahirnya sebuah inovasi strategis yang ramah lingkungan. Melalui sebuah kolaborasi riset yang digagas oleh para dosen dan peeliti di Universitas Hassanudin ini, ditemukan bahwa limbah cangkang kerang darah (Anadara granosa) memiliki potensi besar sebagai bahan dasar alternatif pembuatan hidroksiapatit alami, atau yang disebut Anadara granosa hydroxyapatite (AGHA). Langkah ini menjadi solusi tepat mengingat kerang darah adalah komoditas laut yang melimpah di Indonesia, namun cangkangnya sering kali berakhir sebagai limbah terbengkalai di kawasan pesisir.

Melalui pendekatan ilmiah yang terstruktur, cangkang kerang darah tersebut diproses hingga menghasilkan senyawa hidroksiapatit murni yang dibuktikan melalui beberapa karakterisasi yang telah dilaporkan pada artikel ilmiah dari penelitian tersebut. Keamanan dan efektivitas senyawa AGHA yang dihasilkan ini kemudian diuji efektivitasnya dalam bentuk implan yang mirip dengan bentuk kontrol (Batan Graft) pada model hewan yaitu tikus wistar dan diamati dalam dua kelompok pengamatan, yaitu selama dua minggu atau empat minggu. Pengamatan tersebut berupa evaluasi pembentukan tulang, penyambungan tulang, penyerapan implant, berdasarkan hasil radiografi maupun histopatologi.

Hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Senyawa AGHA terbukti aman bagi tubuh (biokompatibel) tanpa memicu reaksi penolakan atau peradangan berbahaya. Lebih dari itu, pengamatan mikroskopis membuktikan bahwa kelompok yang diberikan AGHA menunjukkan distribusi sel osteoblas (sel pembentuk jaringan tulang baru) dan sel osteoklas (sel perombak tulang untuk regenerasi) yang jauh lebih optimal dibandingkan kelompok tanpa penanganan. Efektivitas pemulihannya pun setara dengan produk cangkok tulang komersial di pasaran.

Melalui riset ini, biomaterial alam berupa hidroksiapatit berhasil dibuktikan menjadi salah satu biomaterial yang bepotensi untuk mempercepat penyembuhan tulang pasca operasi yang aman, efektif, dan eknomis. Inovasi ini memberikan angin segar bagi dunia medis nasional dalam menekan ketergantungan pada produk impor dan juga sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan akibat limbah perikanan.

Penulis: Prof. Dr. Aniek Setiya Budiatin, Dra., Apt., M.Si.

Artikel lengkap: https://www.ijagbio.com/pdf-files/25-632.pdf

AKSES CEPAT