东京热

东京热 Official Website

Mahasiswa UNAIR Sulap Cangkang Telur Jadi Kukis Pencegah Osteoporosis

UNAIR NEWS – Mahasiswa (UNAIR) menciptakan produk kukis pencegah osteoporosis dari olahan cangkang telur. Ide yang ditulis lewat program kreativitas mahasiswa (PKM) itu berhasil lolos pendanaan di Bidang Kewirausahaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Huzaifah Arofik selaku ketua tim menuturkan bahwa ide awal diciptakan kukis itu karena kalsium karbonat menjadi senyawa penting yang dapat membantu mencegah pengeroposan tulang. Umumnya zat itu dikonsumsi dalam bentuk suplemen namun penggunaannya terbatas pada usia tertentu serta relatif membutuhkan biaya yang cukup mahal.

Maka dari itu, sambungnya, dibuat terobosan baru dengan nama 鈥楰IES KATEL鈥 sebagai alternatif lain yang memiliki manfaat sama. Selain itu, produk tersebut memiliki harga yang lebih terjangkau dan dapat dikonsumsi oleh semua kalangan.

鈥淭im kami mencoba membuat produk makanan ringan berkualitas yaitu 鈥楰IES KATEL鈥 dengan memanfaatkan penelitian cangkang telur yang tinggi kalsium karbonat dalam bentuk cookies, sehingga sangat praktis dan efisien dikonsumsi sekaligus berguna menjaga kesehatan tulang,鈥 tutur mahasiswa Fakultas Farmasi tersebut pada Senin (19/07/21).

Selain untuk kesehatan, Huzaifah mengungkapkan bahwa diciptanya produk itu dapat mendukung pemanfaatan cangkang telur. Diketahui, selama ini cangkang telur memiliki kuantitas besar namun kurang dimanfaatkan.

Ia menambahkan bahwa sebuah penelitian menunjukkan bahwa kalsium dalam cangkang telur sebesar 381 miligram per-gram cangkang sesuai standar AKK (angka kecukupan kalsium) 2019. Sehingga dengan mengkonsumsi satu kemasan kukis dapat memenuhi kalsium per hari.

鈥淧roduk ini tersedia dengan dua varian rasa yaitu coklat dan strawberi yang dibuat tanpa penambahan pengawet. Itu karena telah dilakukan proses pengawetan dan dikemas secara praktis dan ringkas dengan desain menarik,鈥 ungkapnya.

Hadirnya produk tersebut Huzaifah berharap dapat menurunkan angka osteoporosis di dunia terlebih Indonesia. Juga dapat mengurangi limbah cangkang telur pada lingkungan. (*)

Penulis : Asthesia Dhea Cantika

Editor : Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT