UNAIR NEWS – Pengetahuan masyarakat mengenai berbagai bentuk sediaan obat masih perlu ditingkatkan, khususnya terkait obat setengah padat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Vokasi 东京热 Kelompok 2 Kelas 2A menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bertemakan Cerdas Pakai Obat pada Rabu (3/6/2026) di Jl. Gajah Mada 134, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00鈥17.30 WIB tersebut merupakan bagian dari proyek farmakologi praktikum yang dilaksanakan di bawah bimbingan supervisor Dr Hafna Ilmy Muhalla SKep Ns MKep SpKepMB. Edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai jenis-jenis sediaan obat setengah padat khususnya cara penggunaan yang tepat dan aman.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa d3 keperawatan memanfaatkan berbagai media pembelajaran berupa papan obat, poster, dan leaflet edukatif. Melalui media tersebut, peserta dikenalkan pada beragam sediaan obat setengah padat, seperti salep, krim, gel, pasta, sapo kalinus, dan linimenta. Selain menjelaskan pengertian masing-masing sediaan, mahasiswa juga memaparkan sediaan obat indikasi, jenis-jenis, kelebihan, kekurangan, cara penggunaan, penyimpanan, dan do and don鈥檛.

Suasana edukasi berlangsung interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai penggunaan obat yang sering ditemui di rumah, terutama terkait pemilihan sediaan yang sesuai dengan kondisi kesehatan tertentu. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memahami penggunaan obat secara lebih tepat.
Ibu Beti selaku Ketua PKK menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan menambah wawasan masyarakat mengenai berbagai bentuk obat yang selama ini sering digunakan tanpa mengetahui perbedaannya. 鈥淪ebelumnya saya hanya mengenal salep sebagai obat oles. Setelah mengikuti edukasi ini, saya jadi mengetahui bahwa masih ada krim, gel, pasta, dan jenis lainnya yang memiliki fungsi serta cara penggunaan yang berbeda,鈥 ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga mengingatkan pentingnya membaca petunjuk penggunaan obat, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, serta menyimpan obat sesuai dengan ketentuan yang dianjurkan. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas obat dan menghindari kesalahan penggunaan yang dapat memengaruhi efektivitas terapi.
Kegiatan edukasi ini dilaksanakan oleh Kelompok 2 Kelas 2A yaitu Putri Fatika Sari, Maulidya Anastasya Kristanto, Leli Rohmatus Syahada, Chantika Claudia Kis Monic, Dwi Ayu Wulandari, Nabilla Ary Surya Wijaya, Rizky Kusuma, Silfia Nur Azizah, dan Syalwa Azizah.





