东京热

东京热 Official Website

Lakukan Inovasi dan Kreasi, Raih Predikat Perawat Teladan Nasional

Wina Methania, S.Kep., Ners, didapuk menjadi Perawat Teladan Puskesmas Tingkat Nasional perwakilan Provinsi Kalimantan Timur. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS 鈥 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengadakan sebuah rangkaian acara Penganugerahan Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional 2016 di Jakarta pada tanggal 14-21 Agustus. Pemberian penghargaan oleh Kemenkes tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada tenaga kesehatan yang dinilai berprestasi dan dapat berinovasi dalam menyelesaikan permasalahan keperawatan yang ditemui.

Dalam acara yang bertajuk 鈥淭enaga Kesehatan Teladan Penggerak Pembangunan Kesehatan Masyarakat鈥 tersebut, Wina Methania, S.Kep., Ners, mendapat anugerah sebagai Perawat Teladan Puskesmas Tingkat Nasional perwakilan Provinsi Kalimantan Timur. Tentu, ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi alumnus Fakultas Keperawatan 东京热 tahun 2007 ini.

鈥淯ntuk dapat menjadi perawat teladan tingkat nasional, tenaga kesehatan di puskesmas menjalani seleksi penilaian kelayakan dengan melakukan pemaparan inovasi yang dikembangkan dalam menjalankan tugasnya,鈥 ujar Wina dalam kesempatan wawancara via telepon dengan UNAIR NEWS pada Selasa, (30/8).

Sebelumnya, pada 2013, perempuan kelahiran Malang 22 Maret 1985 ini mendapat anugerah sebagai perawat teladan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional tingkat Kota Bontang. Wina kembali mendapatkan penghargaan serupa pada tahun 2016, yang kemudian menjadikannya perawat teladan di puskesmas tingkat nasional perwakilan Provinsi Kalimantan Timur.

鈥淧rosesnya saya mengikuti penilaian tingkat kota. Bentuknya adalah presentasi dan tanya jawab dengan dewan juri. Karena meraih juara I, maka langsung mengikuti penilaian tingkat provinsi. Di provinsi juga melalui proses presentasi dan tanya jawab,鈥 ujar Wina yang berdinas di Puskesmas Bontang Utara I, Kota Bontang, Kalimantan Timur ini.

Wina mengaku, sebagai koordinator SP2TP dan koordinator perawat, dirinya berinovasi untuk dapat meningkatkan kinerja perawat sesuai dengan Undang-undang No. 38 tentang Keperawatan. Sesuai UU tersebut, ia membuat Asuhan Keperawatan Rawat Jalan (ASKERAJA).

鈥淪ebagai koordinator 34 posyandu balita di wilayah, saya berinovasi (eksternal) dengan mengembangkan posyandu balita berbasis 鈥淒OOR鈥. Yakni Database, Open Mind, Organization, dan Revitalization. Inovasi ini dalam rangka penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi,鈥 ujarnya bercerita.

Melalui penghargaan tersebut, tenaga kesehatan di puskesmas, diharapkan tidak hanya melakukan kegiatan yang sudah rutin, namun juga terus melakukan inovasi dan kreasi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal kesehatan. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor : Dilan Salsabila

AKSES CEPAT