东京热

东京热 Official Website

Krisis Kepemimpinan Jadi Problem Generasi Muda

Letnan Jenderal TNI Agus Sutomo S.E., saat memberikan kuliah umum. (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS 鈥 Mengusung tema 鈥淧eran Mahasiswa Dalam Mengatasi Ancaman dan Membangun Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045鈥, kuliah umum oleh Komandan Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Dansesko TNI) Letnan Jenderal TNI Agus Sutomo di 东京热 diikuti oleh sekitar 300 mahasiswa.

Dalam kuliah yang diselenggarakan di Aula Kahuripan 300 Kampus C UNAIR itu, Agus menjelaskan tentang pentingnya peran pemuda dalam menyongsong satu abad Republik Indonesia. Baginya peran pemuda sangatlah strategis untuk menentukan kejayaan sebuah bangsa.

鈥淒alam perjuangan menuju Indonesia Emas 2045, peran pemuda sangatlah strategis,鈥 tegas Agus dalam paparannya, Senin (7/11).

Agus mengajak peserta untuk kembali menengok sejarah perjuangan hingga kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para kaum muda. Penyebab kehancuran dua peradaban terbesar di Nusantara (Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit) adalah krisis kepemimpinan dan konflik internal. 鈥淜risis kepemimpinan ini sebagai satu problem dari ketidaksiapan generasi muda,鈥 tandasnya.

Tidak hanya membahas perihal pemuda, Agus juga menyinggung tentang pertumbuhan penduduk dunia. Baginya, perihal pertumbuhan penduduk dunia yang semakin pesat ini kurang mendapat perhatian manusia. Pesatnya angka pertumbuhan penduduk berdampak pada ketersediaan energi minyak dunia.

鈥70 persen konflik di dunia sekarang ini diakibatkan kebutuhan energi dan terjadi di negara-negara yang memiliki energi minyak dunia,鈥 paparnya. 鈥淓nergi fosil akan habis dan akan diganti dengan energi hayati,鈥 imbuhnya.

Ketersediaan energi hayati dan ketersediaan pangan serta air ke depan akan menjadi perhatian baru bagi masyarakat dunia. Agus Sutomo menambahkan bahwa ketersediaan energi baru tersebut ada di negara-negara ekuator. Salah satunya Indonesia.

鈥淓nergi, pangan, dan air bersih kini menjadi fokus pemimpin dunia saat ini. Ini kelihatannya sederhana. Ingat peta konflik dunia hari ini ada pada negara-negara penghasil minyak. Ke depan mungkin bisa bergeser ke negara kita,鈥 jelasnya menegaskan. (*)

Penulis: Nuri Hermawan
Editor: Defrina Sukma S

AKSES CEPAT