2. Latar Belakang Penelitian
Artikel ini dilatarbelakangi oleh tingginya kejadian Canine Mammary Tumors (CMTs) atau tumor mammae pada anjing betina yang merupakan salah satu keganasan paling sering ditemukan pada praktik kedokteran hewan. Penulis menyoroti bahwa meskipun telah tersedia berbagai pedoman diagnosis dan terapi, masih terdapat variasi dalam interpretasi diagnosis, penentuan stadium, hingga pengambilan keputusan terapi. Selain itu, belum ada model komprehensif yang mengintegrasikan aspek tata kelola risiko klinis, budaya keselamatan pasien, dan pelayanan paliatif dalam manajemen CMT. ()
3. Tujuan Penelitian
Penelitian bertujuan mengembangkan suatu kerangka kerja berbasis sistem (systems-based framework) yang mengintegrasikan:
- Clinical Risk Governance,
- Safety Culture, dan
- Palliative Oncology
untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan klinis, keselamatan pasien hewan, serta kualitas hidup anjing penderita tumor mammae beserta pemiliknya. ()
4. Metode Penelitian
Penelitian menggunakan metode literature review konseptual (conceptual review), yaitu mengkaji berbagai hasil penelitian dan teori yang berkaitan dengan:
- tumor mammae pada anjing,
- tata kelola risiko klinis,
- budaya keselamatan,
- onkologi paliatif, dan
- pelayanan kesehatan veteriner.
Data yang diperoleh dari berbagai literatur kemudian disintesis menjadi suatu model konseptual yang dapat digunakan sebagai panduan praktik klinis. Artikel ini tidak melakukan eksperimen laboratorium maupun pengumpulan data primer. ()
5. Hasil Penelitian
Hasil utama penelitian berupa usulan framework integratif yang menghubungkan beberapa komponen penting, yaitu:
- identifikasi dan manajemen risiko klinis;
- budaya keselamatan dalam pelayanan veteriner;
- pendekatan multidisiplin dalam diagnosis dan terapi;
- komunikasi efektif dengan pemilik hewan;
- integrasi pelayanan paliatif sejak tahap awal hingga akhir penyakit;
- evaluasi mutu pelayanan secara berkelanjutan.
Kerangka tersebut diharapkan mampu mengurangi variasi keputusan klinis dan meningkatkan konsistensi pelayanan pada pasien CMT. ()
6. Pembahasan
Penulis menjelaskan bahwa pengelolaan CMT tidak cukup hanya berfokus pada tindakan pembedahan atau terapi antikanker. Pendekatan yang lebih komprehensif perlu mempertimbangkan:
- keselamatan pasien,
- manajemen risiko,
- kesejahteraan hewan,
- kualitas hidup,
- serta keterlibatan aktif pemilik dalam proses pengambilan keputusan.
Selain itu, karena karakteristik biologis CMT memiliki kemiripan dengan kanker payudara pada manusia, model yang diusulkan juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendekatan komparatif dalam bidang onkologi. ()
7. Kesimpulan
Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi Clinical Risk Governance, Safety Culture, dan Palliative Oncologymenghasilkan suatu kerangka konseptual yang dapat menjadi dasar peningkatan mutu pelayanan veteriner. Framework ini diharapkan mampu mendukung pelayanan yang lebih aman, sistematis, berorientasi pada pasien, dan meningkatkan kualitas hidup hewan penderita CMT beserta pemiliknya. Namun demikian, model tersebut masih memerlukan validasi melalui penelitian empiris sebelum diterapkan secara luas. ()
8. Kelebihan Penelitian
- Menawarkan pendekatan multidisiplin yang inovatif.
- Mengintegrasikan aspek klinis, manajemen risiko, dan pelayanan paliatif.
- Relevan sebagai referensi pengembangan standar pelayanan veteriner.
- Memberikan dasar teoritis yang kuat untuk penelitian lanjutan. ()
9. Keterbatasan Penelitian
- Bersifat konseptual sehingga belum diuji secara empiris.
- Tidak melibatkan data pasien atau uji klinis.
- Efektivitas framework dalam praktik nyata belum dapat dipastikan.
- Implementasi dapat berbeda sesuai fasilitas dan sumber daya masing-masing institusi veteriner. ()
10. Implikasi Penelitian
Framework yang diusulkan berpotensi menjadi acuan dalam:
- penyusunan pedoman klinis penanganan tumor mammae pada anjing,
- peningkatan mutu pelayanan rumah sakit hewan,
- pengembangan budaya keselamatan dalam praktik veteriner,
- serta penelitian lanjutan mengenai efektivitas penerapan model tersebut pada berbagai kondisi klinis. ()
Referensi
Rusmini, S., Yunitasari, E., Nihayati, H. E., & Supriyadi (2026). A Systems-Based Framework Integrating Clinical Risk Governance, Safety Culture, and Palliative Oncology for the Comprehensive Management of Canine Mammary Tumors. Advances in Animal and Veterinary Sciences, 14(4), 661-671. https://doi.org/10.17582/journal.aavs/2026/14.4.661.671
Identitas Artikel
- Judul: A Systems-Based Framework Integrating Clinical Risk Governance, Safety Culture, and Palliative Oncology for the Comprehensive Management of Canine Mammary Tumors
- Penulis: Sri Rusmini, Esti Yunitasari, Hanik Endang Nihayati, dan Supriyadi
- Jurnal: Advances in Animal and Veterinary Sciences
- Volume/Issue: Vol. 14 No. 4
- Halaman: 661–671
- Tahun: 2026
- DOI: 10.17582/journal.aavs/2026/14.4.661.671 ()





