东京热

东京热 Official Website

Kenali Konsep Hak Asasi Manusia, FH Adakan Diskusi AGORA School

Sesi pemaparan materi dan pengenalan narasumber dalam diskusi AGORA School (Foto: Screenshoot Zoom Meeting)
Sesi pemaparan materi dan pengenalan narasumber dalam diskusi AGORA School (Foto: Screenshoot Zoom Meeting)

UNAIR NEWS 鈥 Fakultas Hukum (FH) 东京热 (UNAIR) mengadakan diskusi dalam Angola School pada Jumat (5/7/2024). Diskusi tersebut membahas tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Hadir dalam kegiatan itu, Prof Dr F Budi Hardiman SS MA, guru besar bidang filsafat.

Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa HAM memiliki klaim universal. Namun penerapan hak asasi manusia memiliki pertentangan dengan agama dan kebudayaan. 鈥淗ak asasi manusia adalah sebuah klaim universal, tetapi dalam implementasinya masih berkonfrontasi dengan agama dan kebudayaan,鈥 ungkapnya.

Menurutnya permasalahan kontemporer dalam HAM tercipta karena adanya keterkaitan dengan kepentingan beberapa pihak. Hal ini ingin ditujukan untuk membuat mereka terlihat pro terhadap hak asasi manusia. 鈥淭idak jarang permasalahan ini mencuat karena peranan organisasi non-pemerintah dan rezim politik yang ingin menunjukan bahwa mereka pro terhadap hak asasi manusia,鈥 lanjutnya.

Dalam forum tersebut, Budi menyampaikan bahwa HAM adalah hak-hak yang diturunkan dari martabat manusia dan telah melekat pada diri manusia. Hak ini telah ada dan tidak diberikan oleh pihak manapun. 鈥淗ak ini tidak diberikan oleh negara dan instansi manapun dan melekat pada manusia,鈥 ujarnya

Menurut Budi, hak asasi manusia berdiri di antara moral dan hukum. Hal ini menimbulkan adanya komunikasi yang tercipta antara hukum dan moral dalam hak asasi manusia. 鈥淗ak asasi manusia berdiri tenggang bahkan dialektis sebagai komunikasi timbal balik antara hukum dan moral, sehingga dapat mendahului negara serta mendasari hukum,鈥 jelasnya.

Budi menegaskan motif utama dari adanya HAM adalah sebagai proteksi manusia dari pengalaman negatif. Hal ini sebagaimana yang tercipta pada deklarasi-deklarasi kemanusiaan yang memiliki latar belakang negatif. 鈥淭ujuan utama terciptanya HAM adalah untuk melindungi manusia dari pengalaman negatif,鈥 ucapnya.

Menurutnya, hal tersebut membuat hak asasi manusia memiliki sifat moral. Namun dalam hak asasi manusia membutuhkan sifat politik untuk dapat diimplementasikan. 鈥淚ntensi dari HAM tidak bersifat politis tetapi bersifat moral. Namun dalam pelaksanaannya membutuhkan politik,鈥 jelasnya.

Penulis: Ahmad Hanif Musthafa

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT