东京热

东京热 Official Website

Gagas Skrining Portabel Tuberkulosis, Mahasiswa UNAIR Raih Juara 2 Kompetisi Nasional聽

Delsyad Muhammad Koosha Alzer dan Bayu Cahyo Bintoro meraih juara 2 National Essay Competition pada POLYMER XV 2026 (Foto : Istimewa).
Delsyad Muhammad Koosha Alzer dan Bayu Cahyo Bintoro meraih juara 2 National Essay Competition pada POLYMER XV 2026 (Foto : Istimewa).

UNAIR NEWS – Teknologi skrining portabel menjadi alternatif solusi yang mahasiswa 东京热 (UNAIR) gagas dalam mendeteksi tuberkulosis secara dini. Gagasan tersebut berhasil mengantarkan tim UNAIR meraih juara 2 National Essay Competition pada Pharmaceutical Competition of Jember University (POLYMER) XV 2026 pada Minggu (30/8/2026).聽

Tim terdiri dari Delsyad Muhammad Koosha Alzer dari dan Bayu Cahyo Bintoro dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG). Mereka mengangkat gagasan teknologi skrining dini tuberkulosis (TB) yang mereka rancang lebih praktis dan mudah diakses, terutama pada fasilitas kesehatan dengan keterbatasan sarana diagnostik.

Skrining Tuberkulosis Portabel Terintegrasi Aplikasi

Delsyad mengungkapkan bahwa gagasan skrining portabel bermula dari kesenjangan dalam deteksi dini TB akibat beberapa faktor. Faktor tersebut salah satunya adalah kesulitan mendapat sampel dan jumlah bakteri. 

鈥淜esulitan mendapat sampel yang memadai dan kondisi jumlah bakteri rendah menjadi tantangan dalam mengenali penyakit TB pada tahap awal. Maka dari itu, kami menawarkan pendekatan skrining yang lebih mudah dijangkau sehingga pasien berpotensi mendapat pemeriksaan lanjutan lebih cepat,鈥 jelasnya.

Bayu juga menambahkan bahwa inovasi tersebut masih di tahap rancangan dan tidak untuk menggantikan diagnosis dokter. Selain itu, skrining portabel juga berpotensi dapat terintegrasi dengan aplikasi digital.聽

鈥淏erdasarkan konsep yang dibuat, sistem skrining portable dirancang untuk membantu tenaga kesehatan mengelompokkan prioritas pasien, mengarahkan pemeriksaan lanjutan, mencatat riwayat hasil, serta mendukung pemantauan setelah pasien memperoleh pelayanan kesehatan,鈥 ungkapnya. 

Dukung Akses Deteksi Lebih Luas 

Untuk kedepannya, Delsyad menjelaskan bahwa gagasan skrining portabel masih perlu melalui tahapan pembuatan prototipe, pengujian performa analitik, validasi klinis, hingga perbandingan dengan metode pemeriksaan rujukan sebelum dapat fasilitas kesehatan gunakan.

鈥淜ami berharap inovasi ini dapat memperluas akses skrining, terutama bagi masyarakat yang jauh dari fasilitas diagnostik lengkap. Deteksi dan rujukan yang lebih cepat diharapkan dapat mengurangi keterlambatan penanganan serta mendukung pengendalian penularan di masyarakat,鈥 ujarnya. 

Di akhir, Bayu dan Delsyad berpesan agar mahasiswa memulai karya ilmiah dari permasalahan nyata yang masyarakat alami, kemudian membangun solusi berdasarkan kajian literatur ilmiah. 鈥淛angan takut mengakui bahwa suatu gagasan masih membutuhkan validasi. Sikap ilmiah bukan hanya menonjolkan keunggulan, tetapi juga memahami batasan dan tahapan penerapannya,鈥 pungkasnya.

Penulis : Maulya Afifah Zahra

Editor : Ragil Kukuh Imanto 

AKSES CEPAT