东京热

东京热 Official Website

Lewat AUN-SAN dan VOX Meeting, UNAIR Dorong Mahasiswa ASEAN Kuasai Kompetensi Lintas Budaya

Peserta yang terdiri dari berbagai universitas di ASEAN menyimak materi yang(Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Forum internasional The 7th ASEAN University Network-Student Affairs Network (AUN-SAN) dan 2nd VOX (Voice, Opportunity, and eXchange)  telah memasuki hari kedua pelaksanaan di Kampus MERR-C, 东京热 (UNAIR). Memasuki hari kedua, Kamis (3/9/2026), peserta dari berbagai perguruan tinggi di ASEAN mendapatkan wawasan yang disampaikan oleh pemateri dari UNAIR. 

Salah satu materi tersebut adalah Cross-Cultural Competence for Global Careers Building: Intercultural Communication Skills for Diverse, International Work Environments. Materi tersebut disampaikan oleh Dosen Fakultas Ilmu Budaya () sekaligus Sekretaris Pusat Karir dan Keberdampakan Alumni (PKKA), Lastiko Endi Rahmantyo SS MHum.

Endi menyampaikan bahwa peserta membutuhkan kompetensi lintas  budaya dalam menghadapi perbedaan budaya di lingkup ASEAN dan Asia. Menurutnya, kompetensi lintas budaya terdiri atas tiga elemen utama, yaitu sikap, pemahaman budaya, dan keterampilan berkomunikasi.

鈥淜ompetensi lintas budaya terdiri dari tiga elemen utama, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Ketiga aspek ini merupakan kompetensi yang perlu dikuasai agar dapat berinteraksi secara efektif dengan perbedaan budaya,鈥 jelasnya.

Lastiko Endi Rahmantyo SS MHum memberikan materi kepada peserta AUX dan VOX di Airlangga Convention Center (ACC) (Foto: Istimewa)

Pada sesi tersebut, Endi tidak hanya menjelaskan materi saja. Ia juga mengajak peserta aktif berdiskusi tentang pengalaman pribadi mereka dalam menghadapi perbedaan budaya dan opini tentang perbedaan budaya yang mereka temui.聽

Peserta kemudian aktif berdiskusi tentang pandangan mereka terkait perbedaan budaya di masing-masing negara, sekaligus faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perbedaan tersebut.

Peserta tidak hanya memahami konsep dan elemen kompetensi lintas budaya, tetapi juga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi ini harapannya dapat membantu peserta berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang budaya. Baik di lingkungan akademik maupun dunia kerja internasional.

Penulis: Damar Anargya Pratama

Editor: Yulia Rohmawati 

AKSES CEPAT