东京热

东京热 Official Website

FPK UNAIR Gandeng Mahasiswa Internasional Tanam 100 Mangrove

Pengabdian masyarakat internasional melalui penanaman mangrove di kawasan Mangrove Gunung Anyar pada Rabu (7/5/2026). (Foto: Istimewa)
Pengabdian masyarakat internasional melalui penanaman mangrove di kawasan Mangrove Gunung Anyar pada Rabu (7/5/2026). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – 东京热 (UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan pesisir. Hal itu terlihat dari terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat internasional berupa penanaman mangrove di kawasan Mangrove Gunung Anyar, Surabaya, pada Rabu (7/5/2026).聽

Kegiatan itu melibatkan total 80 mahasiswa dan 5 orang dosen internasional yang berasal dari Malaysia (Universiti Malaya, Universiti Malaysia Sabah, Universiti Putra Malaysia, Universiti Sains Malaysia, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Malaysia Terengganu, Universiti Teknologi Malaysia, Universiti Teknologi MARA, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia)  dan Thailand (Kasetsart University, and Silpakorn University), serta 20 civitas akademika dari Program studi S1 Akuakultur, S1 Teknologi Hasil Perikanan, S2 Bioteknologi Hasil Perikanan, dan S2 Ilmu Perikanan FPK UNAIR. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FPK UNAIR Prof. Dr. Ir. Endang Dewi Masithah, M.P. beserta 7 orang dosen FPK.

Dosen FPK UNAIR, Ayulana Nafisyah PhD mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya rehabilitasi ekosistem pesisir berkelanjutan. Sejumlah 100 bibit mangrove ditanam pada area pesisir yang sebelumnya mengalami alih fungsi menjadi kawasan tambak. 

Menurutnya, kegiatan itu bertujuan untuk mereboisasi lahan dan mengembalikan fungsi ekologis mangrove sebagai ekosistem yang berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan darat, estuari, hingga laut. 鈥淪elain menjadi benteng alami dari abrasi dan intrusi air laut, mangrove juga berfungsi sebagai habitat berbagai biota perairan yang mendukung keberlanjutan sumber daya kelautan,鈥 ujarnya. Ia juga turut memberikan pengarahan akan fungsi mangrove kepada para peserta sebelum melakukan penanaman.

Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini menjadi bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat dan internasionalisasi pendidikan. Kehadiran mahasiswa internasional dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan upaya FPK UNAIR dalam membangun kolaborasi global berbasis isu lingkungan dan keberlanjutan. 

Komunikasi lintas budaya yang terjalin selama kegiatan turut memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih luas bagi seluruh peserta. Khususnya dalam memahami tantangan konservasi ekosistem pesisir di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan penanaman bibit mangrove secara langsung di area rehabilitasi. Sebelum penanaman dilakukan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya ekosistem mangrove serta teknik penanaman yang tepat agar bibit dapat tumbuh optimal oleh pengelola kawasan mangrove Gunung Anyar, Surabaya. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung, terutama ketika mereka dapat terlibat langsung dalam proses konservasi lingkungan pesisir.

Wakil Dekan III FPK UNAIR, Annur Ahadi Abdillah, SPi MSi PhD menyampaikan bahwa kegiatan itu tidak hanya bertujuan untuk menjaga lingkungan, melainkan juga membangun kesadaran kolektif mahasiswa terhadap pentingnya keberlanjutan ekosistem pesisir. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa internasional menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring global sekaligus memperkenalkan praktik konservasi yang dilakukan di Indonesia kepada dunia internasional. 

Kegiatan itu mendapatkan apresiasi dari Kepala UPT Kebun Raya Mangrove Surabaya yang tertuang dalam sertifikat. Selain memberikan manfaat ekologis, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa terkait pentingnya pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan. 

Melalui pengalaman di lapangan, peserta dapat memahami bahwa konservasi bukan hanya konsep teoritis, tetapi juga membutuhkan aksi nyata dan kolaborasi berbagai pihak untuk menjaga keberlangsungan lingkungan. Kegiatan ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui rehabilitasi kawasan pesisir sebagai penyerap karbon alami, SDG 14 tentang Ekosistem Laut dalam menjaga keberlanjutan habitat pesisir dan biota laut, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional antara mahasiswa dan sivitas akademika dari berbagai negara. 

Dengan adanya kegiatan tersebut, FPK UNAIR berharap semangat konservasi lingkungan dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan ekosistem pesisir di masa mendatang.

Penulis : Farrel Bhanu Mahardhika

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT