UNAIR NEWS – Dalam rangka meingkatkan pentingnya kesehatan gigi, (FKG) 东京热 (UNAIR) mengadakan 鈥Stovit Lecture Series鈥 yang berlangsung secara daring melalui zoom. Kuliah tamu tersebut berlangsung pada Jumat (8/5/2026) dengan mengundang Associate Prof Dr Nor Azlida Binti Mohd Nor dan Dr Faith Miaomiao Zheng BDS MDS PhD sebagai narasumber. Mereka memaparkan materi mengenai kesehatan gigi bagi anak-anak, yaitu Oral Health Promotion Program in Early Childhood dan Epidemiology Update in Early Childhood Caries.
Langkah Strategis Edukasi Kesehatan Gigi Anak
Azlida menjelaskan terdapat beberapa langkah-langkah untuk menciptakan edukasi pendidikan. 鈥淭erdapat enam langkah yaitu menilai kebutuhan, mengidentifikasi dan memprioritaskan, menetapkan tujuan dan sasaran, mengembangkan strategi, pelaksanaan, dan terakhir memantau dan mengevaluasi,鈥 ujar Azlida.
Program edukasi kesehatan ini tidak hanya sekedar ditargetkan untuk anak-anak secara umum saja, tetapi lebih menargetkan secara spesifik seperti anak-anak prasekolah, anak berkebutuhan khusus, balita, dan lainnya. Sebelum mengadakan program edukasi, diperlukan sasaran agar dapat membantu pemikiran yang tepat, perencanaan yang cermat, serta membantu mengevaluasi keberhasilan.
Berbagai metode dan aktivitas yang dapat dilakukan untuk pendidikan kesehatan, seperti alat bantu audiovisual yang terdiri dari alat bantu pendengaran seperti radio, audio, mikrofon. Selanjutnya ada alat bantu penglihatan seperti poster, leaflet, infografis, video, dan alat pendidikan inovatif seperti Virtual Reality (VR) untuk menciptakan dunia digital sepenuhnya yang terpisah dari dunia nyata serta Augmented Reality (AR) yang merupakan menyisipkan objek digital ke dalam lingkungan nyata.
Ancaman Umum pada Gigi Anak Usia Dini
Early Childhood Caries (ECC) atau karies gigi anak usia dini adalah salah satu topik penting dalam ilmu kedokteran gigi anak dan komunitas kedokteran gigi. ECC umum terjadi pada anak-anak di usia dini dan menyebabkan anak sakit gigi kapan saja seperti saat makan, minum, tidur, dan lain-lain.
Epidemiology Oral adalah studi tentang distribusi dan determinan peristiwa terkait kesehatan pada populasi tertentu, serta penerapan studi untuk mengendalikan masalah kesehatan. Secara konsep sama seperti pendekatan dengan 5W+1H yaitu dengan menerapkan what, who, where, when, why, dan how.
鈥淭erdapat dua survey mengenai hal tersebut, yaitu perawatan klinis individual dan epidemiologi populasi yang mana kita memilih strategi yang berbeda berdasarkan kebutuhan. Epidemiology untuk memecahkan masalah banyak orang dan perawatan klinis memecahkan masalah untuk satu orang,鈥 ujar Faith.
ECC terjadi karena adanya satu atau lebih permukaan gigi berlubang atau kavitas, hilang, atau ditambal pada gigi sulung pada anak berusia kurang dari 72 bulan. Indeks pengukuran hal tersebut meliputi dmft (decayed, missing, filled teeth), dmfs (decayed, missing, filled surface), ICDAS (international caries detection and assessment), dan PUFA (pulpal involvement, ulceration, fistula, abscess).
Penulis: Fauziah Kandela
Editor: Khefti Al Mawalia





