东京热

东京热 Official Website

Empat Mahasiswa FIB Raih Juara di Lomba Presentasi Poster Internasional

Tim UNAIR 聽sukses meraih 2nd Prize Winner pada ajang JLFest 2026: Asia-Europe ePoster Presentation Competition for University & College Students (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Empat mahasiswa , (FIB), berhasil mengharumkan nama 东京热 (UNAIR) tingkat internasional dalam ajang JLFest 2026: Asia-Europe ePoster Presentation Competition for University & College Students pada Sabtu (6/6/2026). Asia-Europe ePoster Presentation Competition for University & College Students, merupakan bagian dari acara tahunan JLFest 2026 yang digelar oleh The Japanese Language Society of Malaysia (JLSM) didukung oleh Embassy of Japan in Malaysia dan Japan Foundation Kuala Lumpur dan bekerjasama dengan The Ministry of Education Malaysia.

Asia-Europe ePoster Presentation Competition for University & College Students merupakan kompetisi presentasi e-poster bertajuk 鈥淭he Lesser-Known Japan鈥. Kompetisi ini bertujuan mengajak para mahasiswa untuk mengeksplorasi sisi tersembunyi Jepang yang jarang tersorot, jauh melampaui kepopuleran anime, inovasi teknologi, maupun kulinernya. Melalui kompetisi ini, generasi muda didorong untuk menemukan aspek-aspek unik dari Negeri Sakura yang inspiratif dan bermanfaat, untuk kemudian dikomparasikan dengan kondisi di lingkungan masyarakat asal mereka guna menumbuhkan pemahaman lintas budaya.

Kompetisi ini lebih dari sekadar ajang pertukaran wawasan, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas dan kemampuan bahasa Jepang mereka melalui penyusunan hasil riset menjadi poster elektronik yang memikat, serta menyajikannya secara lugas lewat presentasi video berbahasa Jepang.

Tahun ini tim dari 东京热 yang diwakili oleh Louisa Marian Angelia Jaro, Rr. Raisah Masyitah Bilqis Hermawan, Raina Sirvi Falihah dan 鈦燲enia Ariekella mengangkat tema Koushien yaitu kejuaraan bisbol SMA di Jepang. Mereka sukses meraih 2nd Prize Winner setelah bertanding dengan 11 tim lainnya dari 9 negara dari Asia dan Eropa, antara lain Malaysia, Sri Lanka, Thailand, Kamboja, Turki, Uzbekistan, Kyrgyzstan, India dan Krosia.

Koushien adalah turnamen tahunan bisbol antarsekolah menengah atas seluruh Jepang yang diadakan di Stadion Koshien, Nishinomiya, Prefektur Hyogo. Menurut salah satu anggota tim yaitu Xenia, Koushien dipilih sebagai tema utama karena sangat selaras dengan esensi 鈥淭he Lesser-Known Japan鈥.

Meski Koushien merupakan ajang olahraga legendaris yang mendominasi perhatian publik Jepang dan sangat merepresentasikan gairah masa muda, nyatanya acara ini masih kurang familier di kalangan penggemar budaya Jepang di luar negeri. Selain untuk mengungkap sisi yang luput dari sorotan global tersebut, pengangkatan tema ini membawa misi khusus untuk menyoroti nilai filosofi 鈥ganbari鈥 yaitu semangat pantang menyerah yang terlihat jelas dari kegigihan para atlet bisbol sejak masa latihan.

Mereka tidak hanya berlatih keras untuk persiapan kejuaraan utama, tetapi juga harus bersaing ketat secara internal sekadar untuk bisa terpilih ikut serta dalam turnamen Koushien. Komitmen para atlet untuk selalu disiplin terhadap aturan yang ketat selama latihan, ulet, bersabar, dan pantang menyerah inilah yang menjadi wujud nyata dari semangat ganbari, sebuah nilai luhur yang diharapkan dapat menginspirasi generasi muda secara lebih luas.

Semangat ganbari ini juga terlihat melalui perjuangan tak kenal lelah dari keempat mahasiswa FIB UNAIR ini. Perjuangan mereka dimulai dari awal tim terbentuk, proses pengerjaan poster hingga presentasi melalui video. 鈥淪etelah tim terbentuk, kami mulai mempersiapkan berbagai hal, mulai dari pembagian tugas, pembuatan poster dan video presentasi, hingga latihan sesi tanya jawab. Kami bahkan sering berlatih hingga malam hari di kampus. Rasanya melelahkan, tapi proses tersebut justru membuat kami semakin siap untuk menghadapi perlombaan,鈥 ucap Louisa yang dipercaya sebagai ketua tim.

Meskipun pada awalnya mereka merasa gugup karena ini adalah kompetisi internasional pertama bagi mereka, tetapi di bawah arahan, pendampingan serta supervisi yang diberikan oleh dosen pembimbing,  Firtha Ayu Rachmasari, M.Hum. mereka dapat melawan rasa gugup tersebut dan tampil percaya diri. 鈥淪elama masa persiapan, saya sering merasa gugup karena sensei banyak menemani dan memperhatikan selama persiapan, tetapi hal ini membuat saya menjadi lebih percaya diri karena merasa saya dibimbing selama lomba berlangsung,鈥 ucap salah satu anggota tim Raisa.

Empat mahasiswa UNAIR 聽sukses meraih 2nd Prize Winner pada ajang JLFest 2026: Asia-Europe ePoster Presentation Competition for University & College Students (Foto: Istimewa)

Tidak hanya perjuangan dan semangat pantang menyerah, mereka juga tidak lupa selalu berdoa agar semua berjalan lancar. 鈥淧ada hari pelaksanaan, kami tak berhenti berdoa dan terus percaya bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar dan kami dapat menampilkan yang terbaik. Saya amat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan emas ini dalam langkah awal saya di perkuliahan dan bisa bergabung dengan tim yang luar biasa serta didampingi oleh sensei yang luar biasa. Saya banyak belajar dari sensei dan senior-senior yang merupakan tim saya dalam lomba ini,鈥 ungkap Xenia dengan penuh rasa syukur.

Di balik gagasan kreatif yang dipresentasikan, terdapat perjuangan ekstra dari keempat mahasiswa FIB UNAIR ini dalam membagi waktu, terutama dalam menyiasati padatnya jadwal perkuliahan. Mereka harus rela mengorbankan waktu istirahat untuk mematangkan konsep dan melakukan diskusi yang kerap kali baru berakhir pada larut malam. Meski diakui sangat menguras tenaga, dinamika tersebut justru dinilai sebagai proses pematangan yang tak ternilai harganya.

Berdasarkan penuturan salah satu anggota tim yaitu Raina, intensitas pertemuan dan tekanan selama persiapan tidak hanya memperkaya wawasan mereka, tetapi juga secara signifikan mempererat ikatan dan kerja sama antaranggota tim. Rasa syukur yang mendalam pun turut diungkapkan oleh keempat anggota tim atas kesempatan berharga dan kepercayaan yang diberikan kepada mereka untuk bisa berlaga dalam ajang kompetisi bergengsi ini.

Prodi Bahasa dan Sastra Jepang, UNAIR berkomitmen untuk memberikan kesempatan bagi seluruh mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat dalam mengikuti berbagai kompetisi. Hal ini sesuai dengan implementasi Sustainable Development Goal (SDGs) poin ke-4, yaitu quality education.

Penulis: Firtha Ayu Rachmasari MHum

AKSES CEPAT