ginekologis inflamasi kronis yang ditandai dengan implantasi endometrium ektopik dan lingkungan mikro peritoneum pro-inflamasi yang diperkaya dengan sitokin seperti faktor nekrosis tumor -alfa (TNF-伪), yang dapat memicu apoptosis dan disfungsi seluler.1,2 Selain lesi panggul, endometriosis mengganggu fisiologi ovarium, khususnya kompleks kumulus-oosit (COC), unit fungsional yang penting untuk pematangan oosit, fertilisasi, dan perkembangan embrio awal.3 Studi terbaru menunjukkan bahwa inflamasi terkait endometriosis mengubah fungsi sel granulosa, mengganggu dinamika mitokondria, dan membahayakan kompetensi perkembangan COC.4-7 Kebugaran mitokondria sangat penting untuk kualitas oosit, karena produksi ATP, integritas spindel, dan pematangan sitoplasma bergantung pada fungsi mitokondria yang optimal.8,9 Apoptosis berlangsung melalui dua jalur utama: jalur ekstrinsik (dimediasi reseptor kematian) dan intrinsik (dimediasi mitokondria). Rangkaian reaksi ini bertemu melalui aksi BID terpotong ( tBID ), protein pro-apoptosis BH3-only yang dihasilkan melalui pemecahan BID oleh caspase-8.
Setelah diaktifkan, tBID berpindah ke mitokondria, memfasilitasi oligomerisasi Bax/Bak, dan mendorong pelepasan sitokrom-c, memperkuat apoptosis yang dipicu mitokondria.10 tBID yang tidak teratur Oleh karena itu, pensinyalan dapat menjadi penghubung utama antara peradangan dan kerusakan mitokondria pada sel granulosa, yang pada akhirnya membahayakan kualitas oosit.2
Kurkumin, senyawa polifenolik yang berasal dari Curcuma spp., menunjukkan sifat antiinflamasi, antioksidan, dan antiapoptosis yang relevan dengan patofisiologi endometriosis.18,19 Namun, kegunaan klinisnya terbatas karena bioavailabilitas oral yang buruk. Formulasi berbasis nanopartikel (nanokurkumin) meningkatkan kelarutan, penyerapan, dan farmakokinetiknya.20 Mengingat kerentanan pil kontrasepsi oral (COC) terhadap stres mitokondria pada endometriosis8,9 dan peran sentral tBID dalam pensinyalan apoptosis.10-17 Kami berhipotesis bahwa nanokurkumin melemahkan apoptosis mitokondria yang dimediasi tBID pada sranulosa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek nanokurkumin pada ekspresi tBID dalam model tikus endometriosis menggunakan imunohistokimia dan penilaian imunoreaktif semi-kuantitatif (IRS).
Penulis: Prof. Dr. Widjiati, drh., M.Si.
Link:





