东京热

东京热 Official Website

Apakah Internasionalisasi Meningkatkan Nilai Perusahaan Keluarga? Menggunakan Atriut CEO sebagai Variabel Moderasi dengan Bukti Empiris di Indonesia

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Perusahaan keluarga adalah bisnis 鈥渄i mana keluarga mengendalikan bisnis melalui keterlibatan signifikan dalam posisi kepemilikan dan manajemen鈥 (Mondal & Lahiri, 20000; D鈥橝ngelo et al., 2016). Bisnis keluarga merupakan salah satu perusahaan besar di semua wilayah secara global (De Masis et al., 2018; Xu et al., 2020). Mereka mewakili 33% perusahaan di Amerika Serikat dan 40% perusahaan di Prancis dan Jerman yang memiliki pendapatan tahunan lebih dari $1 miliar. Bahkan mereka lebih lazim di pasar negara berkembang, mencakup sekitar 55% perusahaan besar di India dan Asia Tenggara dan 46% di Brasil (Lihat Figure 1).

Figure 1 Family Businesses Are More Prevalent Among Top Companies in Emerging Markets

Sources: Capital market data for various countries; BCG analysis

*Companies with annual revenue of more than $1 billion

**Top 200 companies by revenue

*** Companies with annual revenue of more than $500 million

Dalam jangka panjang, perusahaan keluarga menghadapi banyak tantangan untuk bisa terus bertahan dan berkembang. Salah satu tantangan dalam globalisasi yang terus meningkat dan persaingan di seluruh dunia adalah pilihan strategis untuk mencari peluang pertumbuhan baru di luar batas-batas negara (Pukall & Calabro, 2014). Akibatnya, beberapa Perusahaan keluarga memutuskan untuk memilih lintasan pertumbuhan internasional yang ambisius, sementara yang lain tetap berada di dalam negeri (De Massis et al., 2018).

Internasionalisasi dapat menjadi strategi bagi perusahaan keluarga untuk mencapai daya saing dan pertumbuhan jangka panjang, karena strategi ini merevitalisasi keluarga dan bisnis, memastikan keberlangsungan bisnis dan peluang baru bagi generasi keluarga berikutnya (Arregle et al., 2012; Calabr`o, Brogi, & Torchia, 2016; Claver et al., 2009; De Massis et al., 2018; Alayo et al., 2023). Namun, strategi internasionalisasi juga menghadirkan ketidakpastian dan kompleksitas tugas serta biaya yang lebih besar (Debrulle & Maes, 2015; Fern麓andez & Nieto, 2006; Hsu et al., 2013; Rienda & Andreu, 2021). Masih menjadi perdebatan dikalangan para peneliti, apakah fenomena dari internasionalisasi menunjukkan bahwa manfaat internasionalisasi lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan? Dengan begitu, makalah ini mencoba untuk mengeksplor lebih jauh, apakah aktivitas internasionalisasi pada perusahaan keluarga dapat meningkatkan nilai perusahaan atau justru sebaliknya. Nilai perusahaan (FV) adalah nilai buku atau nilai pasar dari sebuah perusahaan. Nilai perusahaan juga merupakan persepsi investor mengenai kinerja keuangan yang dicapai yang tercermin dari harga pasar saham.

Penelitian ini menggunakan sampel yang berasal dari negara berkembang yakni Indonesia sebagai salah satu negara yang terletak di Asia Tenggara yang tercatat sebagai Kawasan dengan mayoritas Perusahaan keluarga (figure 1). Pasar negara berkembang menyajikan konteks yang berbeda dalam menjalankan bisnis keluarga, seperti dalam hal peraturan, institusi, dan hukum kontrak. Selain itu, keluarga di pasar negara berkembang sering kali jauh lebih besar, lebih kohesif, lebih menghormati hierarki daripada keluarga di pasar negara maju. Dalam mempelajari bagaimana keterlibatan keluarga dalam pengelolaan bisnis mereka telah berubah selama 200 tahun terakhir, analisis yang dilakukan oleh Boston BCG menemukan bahwa di pasar negara maju, keterlibatan keluarga secara umum telah menurun dari waktu ke waktu. Seiring dengan masuknya anggota non-keluarga untuk mengelola organisasi yang semakin kompleks, status anggota keluarga telah berevolusi dari pemilik-manajer menjadi pemilik-investor (yang terus berpartisipasi dalam keputusan-keputusan besar) menjadi investor pasif. Hal yang sebaliknya terjadi di pasar negara berkembang, di mana keluarga menjadi lebih aktif terlibat dalam bisnis mereka.

Perhatikan figure 2 yang menunjukkan bahwa di pasar negara berkembang, keluarga menjadi lebih terlibat dalam bisnis mereka dari waktu ke waktu. Keterlibatan tinggi adalah ketika anggota keluarga adalah CEO atau ketua eksekutif atau anggota keluarga memegang jabatan eksekutif senior. Keterlibatan sedang adalah ketika anggota keluarga adalah ketua eksekutif dan aktif dalam dewan direksi, tetapi anggota keluarga tidak memegang jabatan eksekutif senior. Keterlibatan rendah adalah ketika anggota keluarga adalah investor tanpa keterlibatan manajerial yang signifikan. Lebar setiap batang mencerminkan jumlah relatif perusahaan dalam sampel untuk rentang usia tersebut.

Fenomena tersebut melatarbelakangi kami menghadirkan keterlibatan keluarga melalui CEO beserta atributnya sebagai variable moderasi untuk membantu menganalisis peran penting dalam pengambil keputusan tertinggi di perusahaan dan memungkinkan kami untuk mempelajari peran mereka dalam meningkatkan nilai perusahaan keluarga melalui kegiatan internasionalisasi. Seperti yang telah banyak diketahui jika CEO mengambil peran penting dalam memutuskan dilakukan atau tidaknya aktivitas internasionalisasi dalam perusahaan. Dari perspektif upper echelon theory (UET), anteseden penting dari keputusan strategis yang penting seperti internasionalisasi tampaknya adalah atribut CEO (Varleye et al., 2024; Popli et al., 2022; Ram麓on-Llorens et al., 2017).

Figure 2 Keterlibatan Keluarga dalam Perusahaan

Meskipun kinerja keuangan dan valuasi perusahaan keluarga tampaknya secara tematis dekat dan terkait erat, topik nilai perusahaan keluarga kurang mendapat perhatian dalam penelitian sebelumnya (Tao-Schuchardt et al., 2023). Sebagian besar penelitian sebelumnya menyelidiki hubungan internasionalisasi-kinerja dalam konteks kemampuan internal organisasi atau efek industri, tetapi hanya sedikit penelitian yang meneliti efek moderasi dari karakteristik eksekutif puncak. Studi kami membahas isu-isu ini, dan menawarkan hubungan yang lebih bernuansa dan dinamis. Apabila studi sebelumnya masih berfokus pada pemeriksaan peran moderasi faktor eksogen (misalnya, budaya dan institusi) dan faktor endogen (misalnya, diversifikasi produk, ukuran, dan aset spesifik perusahaan) pada hubungan antara internasionalisasi dan kinerja (Li, 2007; Hitt et al., 2006; althaf); namun, atribut dari eksekutif masih belum banyak mendapat perhatian. Kami berpendapat bahwa atribut yang ada pada diri CEO mempengaruhi implementasi perusahaan dan pemrosesan informasi yang terkait dengan internasionalisasi, yang pada gilirannya memoderasi manfaat dan biaya internasionalisasi perusahaan yang disebutkan di atas. Kami berusaha membangun kerangka kerja yang menjelaskan bagaimana aktivitas internasionalisasi dalam Perusahaan keluarga mempengaruhi nilai Perusahaan dengan berfokus pada peran CEO keluarga beserta atributnya yang dapat memperlemah atau memperkuat pengaruh internasionalisasi terhadap nilai perusahaan.

Kami melakukan pengujian dengan menggunakan data pada perusahaan keluarga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2015 hingga 2023. Penelitian ini terdiri dari 1.417 observasi. Kami menggunakan analisis kuadrat terkecil biasa untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internasionalisasi berpengaruh pada peningkatan nilai perusahaan keluarga. Disamping itu, hadirnya anggota keluarga sebagai CEO turut memperkuat hubungan antara internasionalisasi dan nilai Perusahaan, begitu dengan atribut CEO lainnya seperti tingkat Pendidikan, pengalaman internasional serta gender. Sedangkan masa jabatan dan usia dari CEO memperlemah hubungan antara internasionalisasi dan kinerja perusahaan. Hal ini terjadi karena perusahaan keluarga termasuk tipikal perusahaan yang memiliki orientasi jangka panjang. Internasionalisasi menjadi pilihan bagi perusahaan keluarga untuk merealisasikan tujuan jangka panjangnya. Disamping itu, kami menemukan bahwa hubungan tersebut melemah manakala perusahaan memiliki CEO dengan tingkat pendidikan yang tinggi, masa kerja yang lama, usia yang semakin tua, dan memiliki pengalaman internasional. Kami juga menggunakan analisis ketahanan dengan memberi jeda 3 tahun antara variabel dependen dengan independen. Analisis ini terus menemukan bahwa internasionalisasi berhubungan positif dengan kinerja jangka panjang. Analisis tambahan menunjukkan bahwa internasionalisasi berhubungan positif dengan kinerja jangka pendek pada perusahaan keluarga.

Dengan demikian, penelitian ini akan menambah wawasan literatur bisnis internasional dengan cara berikut. Pertama, tidak seperti penelitian sebelumnya mengenai hubungan antara internasionalisasi dan kinerja yang sebagian besar berfokus pada sampel dari negara maju, penelitian ini berfokus pada perusahaan di pasar negara berkembang, sebab kelompok bisnis yang dimiliki dan dikendalikan keluarga merupakan mayoritas kelompok bisnis di pasar negara berkembang (Cuervo-Cazurra, 2006; Yildirim-脡ktem & Selekler-脡oksen, 2018), studi kami juga berkontribusi pada penelitian tentang internasionalisasi kelompok bisnis. Kedua, makalah ini berkontribusi pada literatur tentang nilai perusahaan (misalnya, Fahlenbrach dan Stulz, 2009; Basu et al., 2016; Cremers et al., 2017; Napapor&Chaiporn XX) dengan memberikan wawasan empiris tambahan tentang bagaimana investasi asing dapat menjelaskan variasi nilai perusahaan.  Nilai Perusahaan turut mencerminkan kinerja jangka panjang dalam Perusahaan. Kami berpendapat bahwa kinerja jangka panjang adalah ukuran yang lebih akurat daripada yang digunakan dalam penelitian sebelumnya karena dua alasan. Pertama, ia menangkap lebih ketat konsekuensi dari internasionalisasi yang cepat daripada tindakan akuntansi, yang memiliki orientasi jangka pendek. Kedua, ini adalah proksi yang lebih baik dari prospek pertumbuhan masa depan daripada ukuran kelangsungan hidup karena mereka tidak membedakan antara investasi yang menguntungkan.

Temuan ini memberikan kontribusi, terutama bagi perusahaan keluarga, bahwa penerapan internasionalisasi dapat menyebabkan peningkatan pada kinerja perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Di sisi lain, karakteristik dari CEO turut memoderasi hubungan antara internasionalisasi dengan kinerja perusahaan. Hasil ini juga dapat digunakan sebagai pertimbangan bagi para pemegang saham pada saat penunjukan CEO perusahaan. Dengan demikian, penelitian ini memperluas pengetahuan kita tentang internasionalisasi dengan kinerja perusahaan.

Penulis: Muhammad Madyan, Wulan Rahmadani Setiawan, Maryam Bin Al-Hadar

Link:

AKSES CEPAT