东京热

东京热 Official Website

ADPRC-OHCC Selenggarakan Workshop Biorisk Management

Sambutan oleh Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Investasi dan Community Development 东京热 (Sumber: APDRC-OHCC)
Sambutan oleh Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Investasi dan Community Development 东京热 (Sumber: APDRC-OHCC)

UNAIR NEWS – Pencegahan biorisk dalam kehidupan riset perguruan tinggi harus ditegakkan. Kegagalan penelitian laboratorium tanpa mitigasi dapat menimbulkan kerugian baik korban jiwa maupun penyebaran patogen. Perguruan tinggi sebagai basis riset harus memiliki pedoman terkait hal tersebut. Lewat hal tersebut, Airlangga Disease Prevention and Research Center-One Health Collaborating Center () menggelar Workshop 鈥淏iorisk Management for Management and Leadership in 东京热鈥 bagi pimpinan dan manajer di lingkungan UNAIR.聽

Kegiatan itu merupakan jalinan kerjasama 东京热 (UNAIR) lewat ADPRC-OHCC dengan Biosecurity Engagement Program (BEP) Kedutaan Besar Amerika Serikat yang terselenggara pada Rabu (13/9/2023) hingga Kamis (14/9/2023) di Ruang Sidang Kahuripan 301, 东京热. Secara langsung workshop dibuka oleh Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Investasi dan Community Development 东京热.

Komitmen Peningkatan Biorisk Management

Program Manager Biosecurity Engagement Program (BEP) Kedutaan Besar Amerika Serikat, Wahyuni Kamah memberikan komitmen untuk terus meningkatkan keamanan dan kapasitas bioscience dalam usaha kesehatan hewan, manusia, maupun lingkungan skala global. Laboratory biorisk management menjadi salah satu kunci keselamatan mendukung terciptanya keberhasilan riset kesehatan. Hal tersebut menjadi landasan dalam menghadapi isu kebocoran laboratorium yang telah menyebabkan wabah infeksius dalam kehidupan.

鈥淜egiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam peningkatan penilaian risiko dan mitigasi ancaman biologis di laboratorium secara global,鈥 katanya.

Peran ADPRC-OHCC Sebagai Lembaga Pencegahan Biorisk

Koordinator ADPRC-OHCC, Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam, drh mengungkapkan workshop yang berkolaborasi dengan BEP US Embassy tertuju kepada teknisi laboratorium untuk dapat memanajemen laboratorium secara baik dan benar. Acuan tersebut menjadi wujud penanganan risiko biologi yang disesuaikan pada level laboratorium yang ditetapkan. Program keamanan biorisk harus dilakukan secara termonitor dan terukur. Agar permasalahan yang terjadi dapat terevaluasi secara menyeluruh oleh lembaga laboratorium.

鈥淗al ini menjadi yang luar biasa bagi kami bisa sharing pejabat pengambil keputusan yang menyangkut biorisk. Karena ini gak hanya menyangkut virus dan bakteri namun juga yang harus kita pikirkan keberlanjutan keamanan penggunaan kedepannya,鈥 ungkap peneliti Vaksin INAVAC tersebut.

Praktisi UNAIR terlatih oleh Sandia National Laboratory

Empat BRM Champion terpilih memaparkan materi terkait Introduction to laboratory Biosecurity. Mereka adalah yang merupakan 4 dari 5 civitas akademika UNAIR yang telah dilatih Sandia National Laboratory Amerika Serikat. Yaitu Prof Dr Fedik Abdul Rantam drh (Koordinator ADPRC-OHCC), Prof Mochammad Yunus drh MKes PhD (FKH UNAIR), Prof Dr Jola Rahmadhani drh MKes (FKH UNAIR), dan Laura Novika Yamoni SSi MSi phD (ITD UNAIR). Praktisi ahli tersebut memberikan materi di hadapan peserta yang hadir di tempat maupun melalui platform zoom meeting. 

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Feri Fenoria

AKSES CEPAT