UNAIR NEWS – ¶«¾©ÈÈ menegaskan komitmennya untuk memastikan kebijakan publik tidak berhenti di atas kertas, melainkan menjelma menjadi kondisi nyata di tengah masyarakat. Komitmen ‘UNAIR Berdampak’ itu terwujud melalui pertemuan inisiasi kerja sama antara Airlangga Institute for Learning and Growth () ¶«¾©ÈÈ dengan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (9/7/2026).
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya ¶«¾©ÈÈ, Prof Dr Ardianto SE Ak MSi menyampaikan bahwa posisi UNAIR sebagai perguruan tinggi peringkat ketiga terbaik di Indonesia dan peraih peringkat #276 dalam pemeringkatan World Class University membawa mandat sekaligus tanggung jawab yang besar. Peringkat tersebut, menurutnya, disertai arahan Presiden Republik Indonesia agar UNAIR mengimplementasikan kebijakan menjadi kondisi nyata melalui semangat “UNAIR Berdampak”
“Sebagai perguruan tinggi peringkat ketiga nasional, ¶«¾©ÈÈ mengemban arahan Presiden. UNAIR memastikan kebijakan tidak berhenti sebagai rumusan, tetapi menjelma menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. Wujud nyata Tri Dharma inilah yang kami bawa untuk mendukung BSKDN. Terkhusus, melalui kekuatan intellectual capital dalam perumusan kebijakan,” ujar Prof Ardianto.
Prof. Ardianto menambahkan, pengejawantahan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara nyata juga menjadi bagian dari mitigasi risiko ¶«¾©ÈÈ dalam mempertahankan reputasi dan peringkatnya. Salah satu bentuk konkretnya adalah memberikan manfaat langsung bagi BSKDN dalam menyiapkan fondasi intellectual capital untuk perumusan kebijakan dalam negeri.
Kebutuhan Sinergi untuk Menutup Kesenjangan Kebijakan
Dari sisi BSKDN, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kebutuhan strategis untuk menjawab kesenjangan kebijakan. Hal tersebut seperti kondisi ketika rumusan kebijakan belum sepenuhnya selaras dengan realitas di lapangan. Kepala BSKDN, Dr Yusharto Huntoyungo MPd berharap bahwa kehadiran perguruan tinggi mampu menutup jarak tersebut.
“Kesenjangan terjadi ketika apa yang tertuang dalam kebijakan belum sesuai dengan kondisi di lapangan. BSKDN telah memiliki metode dan sejumlah indeks, tetapi untuk memastikan perumusan kebijakan benar-benar dekat dengan kebutuhan masyarakat, kami membutuhkan sinergi yang kuat dengan mitra perguruan tinggi,” ujar Dr. Yusharto.
BSKDN telah mengembangkan tiga metode perolehan input kebijakan melalui hasil penelitian unit, kajian jurnal, hingga penelusuran langsung ke lapangan. Kondisi eksisting, BSKDN memiliki empat indeks sebagai instrumen pengukuran kinerja pemerintah daerah: Indeks Inovasi Daerah, Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD), Indeks Tata Kelola Pemerintahan Dalam Negeri (ITKPDN), dan Indeks Kepemimpinan Kepala Daerah (IKKD). Meski demikian, BSKDN menggarisbawahi bahwa niat baik dan gagasan visioner kerap belum optimal ketika perencanaan belum sepenuhnya terimplementasi pada tataran operasional. Di titik inilah harapannya sinergi dengan perguruan tinggi dapat memperkuat rantai dari riset hingga kebijakan yang berdampak.
Tindak Lanjut Kolaborasi
Merespons kebutuhan tersebut, AILG menawarkan penguatan melalui Indeks Welfare and Performance Index (IWPI). Hal tersebut mencakup pendekatan intellectual capital, inovasi daerah, dan kesejahteraan daerah, serta kesiapan mendampingi BSKDN dalam pembinaan dan pelatihan. Chairman AILG ¶«¾©ÈÈ, Dr Sigit Kurnianto SE MSA Ak CA menekankan bahwa kekuatan kolaborasi ini terletak pada kemampuan mengubah data menjadi kebijakan yang berdampak.
“BSKDN telah memiliki data dan metode yang kuat. Tugas bersama kita adalah memastikan data itu diolah menjadi pengetahuan, penelitian, hingga publikasi, yang pada akhirnya menjadi dasar perumusan kebijakan. Melalui pendekatan Indeks Welfare and Performance Index, AILG siap mendampingi BSKDN — mulai dari penguatan indeks, pembinaan, hingga pelatihan,” ujarnya.
Kedua pihak sepakat menindaklanjuti kolaborasi ini melalui penyelenggaraan webinar rutin, peninjauan bersama atas relevansi indeks yang telah berkembang, serta penuangan komitmen ke dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kolaborasi ini turut memperkuat pelaksanaan Rencana Strategis BSKDN 2025–2029 ‘Berdaya Berdampak’. Sebagai tindak lanjut, BSKDN berencana melibatkan tim ¶«¾©ÈÈ dalam agenda rutin pembahasan policy brief yang berlangsung setiap pekan.
Penulis: Zulfikar and Luqman
Editor: Ragil Kukuh Imanto





