UNAIR NEWS 鈥 东京热 (UNAIR) melahirkan solusi inovatif bagi masyarakat Desa Semambung, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, melalui program Desa Binaan 3.0 Team I. Program ini terlaksana pada awal bulan Juni hingga Sabtu (11/7/2026). Program ini menjawab tantangan warga berupa tingginya populasi keong sawah sebagai hama pertanian serta lahan sawah yang kerap tergenang saat musim hujan.聽
Dalam pembukaan kegiatan, Dosen pembina BEM FTMM, Fadjar Mulya PhD menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat menjadi sarana belajar dan berkembang untuk mahasiswa. Sejalan dengannya, Ketua Pelaksana, Reyna Rashiva mengungkapkan bahwa kondisi yang warga alami, mendorong tim menghadirkan inovasi yang tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga memberikan nilai tambah masyarakat desa. 鈥淧rogram ini hadir dengan menggabungkan teknologi, pemberdayaan, dan keberlanjutan,鈥 ungkap Reyna.

Hadirkan Inovasi Berkelanjutan
Lebih lanjut, Reyna menyebut bahwa pemanfaatan keong sawah dapat difungsikan menjadi bionutrient dan serbuk kalsium sebagai nilai tambah guna menyuburkan tanah. Tim berkolaborasi dengan Komunitas Airlangga Student Research Group of Nanotechnology (ARGON) untuk mendampingi masyarakat dalam proses pengolahannya. 鈥淏ionutrient digunakan sebagai nutrisi organik cair bagi tanaman pada sistem aeroponik setelah melalui pengenceran sesuai kebutuhan,鈥 jelasnya.
Selanjutnya, tim juga memperkenalkan fermentor pintar dengan sensor pH otomatis, sistem pengadukan otomatis, serta fitur pemantauan melalui gawai. Fitur tersebut membantu menjaga proses fermentasi tetap stabil dan memudahkan pengguna memantau kondisi fermentasi. Selain itu, hadir pula inovasi sistem tanam aeroponik dan Biosaka Market sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. 鈥淏iosaka Market hadir untuk memberdayakan masyarakat dan mendorong warga mengembangkan dan memasarkan produk bionutrient. Selain itu, sebagai peluang usaha berbasis potensi lokal,鈥 paparnya.聽

Pengabdian Berdampak Nyata
Rangkaian program berlangsung melalui pendampingan pelatihan pengoperasion dan perawatan alat secara langsung dan bertahap. Hal tersebut agar inovasi dapat terus bermanfaat untuk warga secara mandiri. Reyna menekankan sebagai bentuk keberlanjutan, tim menghibahkan fermentor pintar dan sistem tanam aerobik kepada pemerintah desa. Alhamdulillah, masyarakat menyambut program ini dengan antusias dan aktif mengikuti setiap sesi praktiknya,鈥 tegasnya.聽
Menurutnya, pengabdian dengan mengembangkan inovasi pengolahan keong sawah dapat menjadi ruang belajar bagi mahasiswa dan berdampak bagi masyarakat. Ia menilai Program Desa Binaan 3.0 Team I menunjukkan bahwa inovasi sederhana dapat tumbuh dari potensi lokal melalui kolaborasi berbagai pihak. 鈥淧rogram ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 15 (Ekosistem Daratan). Melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan,鈥 tekannya.
Penulis: Putri Andini
Editor: Ragil Kukuh Imanto





