UNAIR NEWS 鈥 Badan Eksekutif Mahasiswa () Fakultas Kedokteran Gigi () 东京热 (UNAIR) menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Nasional (LKMMNAS) Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (PSMKGI). Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (16/7/2026) di Auditorium Ternate ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B tersebut mempertemukan delegasi fakultas kedokteran gigi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Mengusung tema 鈥淢erajut Kebhinekaan Melalui Keberagaman鈥, LKMMNAS PSMKGI mengajak mahasiswa kedokteran gigi memahami keberagaman sebagai modal penting dalam membangun kepemimpinan yang inklusif. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu menjadi pemimpin yang tidak sekadar unggul dalam bidang akademik semata. Melainkan juga memiliki empati sosial, kemampuan berkolaborasi, dan kesiapan mengabdi kepada masyarakat.
Dorong Pemerataan Dokter Gigi di Indonesia
Dalam sambutannya, Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, menggarisbawahi ketimpangan distribusi dokter gigi di Indonesia. Menurutnya, banyak tenaga kesehatan memilih berkarier di kota besar. Sehingga berbagai daerah masih mengalami keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan gigi. Baik dari dokter gigi umum maupun dokter gigi spesialis.
Prof Madyan mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan kompetensi yang dimiliki sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap para calon dokter gigi bersedia kembali ke daerah asal maupun wilayah yang masih membutuhkan tenaga kesehatan sehingga pemerataan pelayanan kesehatan dapat terwujud.

鈥淚ndonesia memiliki wilayah yang sangat luas. Jangan sampai tenaga kesehatan hanya terkonsentrasi di kota-kota besar. Kembalilah ke daerah masing-masing dan mengabdilah, karena masyarakat di berbagai daerah juga berhak memperoleh layanan kesehatan gigi yang berkualitas,鈥 ujarnya.
Bentuk Pemimpin Berjiwa Seven-Star Doctor
Prof Madyan juga menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan bagi calon dokter gigi. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemimpin muda yang mampu bekerja di tengah keberagaman. Maka dari itu, calon dokter gigi perlu memiliki kemampuan berkolaborasi lintas budaya, menghargai perbedaan, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun bangsa.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik maupun aspek ekonomi, tetapi turut mengembangkan kepekaan sosial dalam menjalankan profesinya. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi seven-star doctor, yaitu provider, decision maker, community leader, communicator, manager, researcher, dan religious.
Menutup sambutannya, Prof Madyan berharap LKMMNAS PSMKGI 2026 mampu menjadi wadah kolaborasi antarmahasiswa kedokteran gigi dari seluruh Indonesia. 鈥淪emoga kegiatan ini dapat memperluas jejaring serta memperkuat komitmen sebagai agen perubahan yang inklusif, profesional, dan berdaya saing global,鈥 pungkasnya.
Penulis: Maia Chaerunnisa
Editor: Yulia Rohmawati





