UNAIR NEWS – kembali mencatatkan prestasi melalui salah satu alumninya. Prof Dr Wahyu Pudji Nugraheni SKM MKes selaku alumni Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat angkatan 1991, resmi mendapat amanah sebagai Profesor dengan kepakaran Pembiayaan dan Manajemen Kesehatan.
Pencapaian tersebut menjadi bentuk pengakuan atas konsistensi Prof. Wahyu dalam mengembangkan riset di bidang pembiayaan pelayanan kesehatan, manajemen sistem kesehatan, jaminan kesehatan, serta pemerataan akses pelayanan kesehatan di Indonesia. Kepakaran tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan kesehatan yang tidak hanya bertumpu pada ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan, tetapi juga pada sistem pembiayaan yang adil, efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Riset untuk Penguatan Sistem Kesehatan
Selama berkarier sebagai peneliti, Prof Wahyu berfokus pada berbagai isu penting. Isu tersebut seperti implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, pembiayaan kesehatan daerah, pengeluaran kesehatan rumah tangga, hingga perlindungan finansial bagi kelompok rentan.
Berbagai kajian tersebut berkontribusi dalam memberikan rekomendasi berbasis bukti bagi pemerintah. Hal itu untuk mengevaluasi kebijakan kesehatan serta memastikan layanan kesehatan dapat diakses secara lebih merata. Penelitiannya juga menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat di wilayah tertinggal, terpencil, perbatasan. Selain itu, juga kepulauan yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas kesehatan, tenaga medis, maupun akses informasi.
Melalui kepakarannya di bidang pembiayaan dan manajemen kesehatan, Prof Wahyu turut menghadirkan berbagai rekomendasi yang dapat bermanfaat. Antara lain dalam penyusunan prioritas anggaran, penguatan tata kelola program kesehatan, serta pengembangan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
Mendukung Pencapaian SDGs
Kontribusi Prof. Wahyu juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being. Melalui riset mengenai jaminan kesehatan, pembiayaan pelayanan kesehatan, dan pemerataan akses pelayanan. Hasil penelitiannya mendukung upaya mewujudkan Universal Health Coverage sekaligus memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dari risiko finansial akibat biaya kesehatan.
Selain itu, kajian-kajian tersebut turut berkontribusi terhadap SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui upaya mengurangi kesenjangan akses pelayanan kesehatan. SDG 1 (No Poverty) dengan memperkuat perlindungan finansial masyarakat. SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penyusunan kebijakan berbasis bukti. Kemudian SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara BRIN, perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Inspirasi bagi Sivitas Akademika
Amanah sebagai Profesor Riset BRIN menjadi bukti bahwa alumni ¶«¾©ÈÈ mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan publik. Kiprah Prof Wahyu menunjukkan bahwa penelitian tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah. Tetapi juga dapat menjadi landasan dalam memperkuat sistem kesehatan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Harapanya, prestasi tersebut menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FKM UNAIR. Inspirasi untuk terus mengembangkan kompetensi, menghasilkan riset yang berdampak, serta berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan melalui inovasi dan ilmu pengetahuan.
Penulis: Nikita Aulia
Editor: Ragil Kukuh Imanto





