Polusi timbal yang dihasilkan dari limbah industri berbahaya bagi kesehatan manusia, karena timbal tidak dapat didegradasi secara alami. Paparan timbal yang berlebihan akan menginduksi stress oksidatif karena terbentuknya reactive oxygen species (ROS). Jika produksi radikal bebas berlebihan dan antioksidan endogen tidak mampu mengeliminasinya maka akan memacu terjadinya peroksidasi lipid yang berpengaruh terhadap integritas membran sel dan bahkan dapat merusak sel. Antioksidan eksogen, diperoleh melalui diet dan memainkan peran penting dalam melawan ROS.
Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat potensial yang diperoleh dari getah daun atau bagian lainnya dengan manfaat yang beragam untuk kesehatan karena mengandung berbagai metabolit sekunder antara lain alkaloid, flavonoid (gambirin), catechins (hingga 51%), zat penyamak (22- 40%), pewarna alami serta senyawa lainnya yang belum digali secara optimal. Secara traditional, oleh masyarakat tumbuhan ini sering digunakan sebagai bahan campuran sirih, luka bakar, sakit kepala, diare, disentri, obat kumur, maag, penyakit kulit serta pewarna tekstil
Ekstrak etil asetat U. gambir memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dari hasil uji in vitro, oleh karena itu perlu dilakukan uji in vivo untuk melawan radikal bebas timbal asetat. Sebanyak 25 ekor mencit diberi perlakuan dengan pemberian Pb asetat saja, Pb asetat ditambah ekstrak etil asetat U. gambir 100 mg/L, 200 mg/L, dan 300 mg/L selama 30 hari. Bahan uji yang digunakan adalah ekstrak etil asetat U. gambir cv. Cubadak diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya. Kit uji MDA (DTBA-100), SOD (E0290Mo) dan CAT (E0076Mo) dari Bioassay Technology Laboratory, ABTS (2,2 Azinobis (3-Etilbenzotiazolin)-6-Asam Sulfonat), phosphate buffered saline (PBS), xylazine (20 mg/mL) untuk anestesi, timbal asetat, formalin 10%, paraffin, alcohol, xylol, hematoxylin dan eosin. Analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS ver 27 yaitu anova satu arah dilanjutkan dengan uji Duncan鈥漵 dengan taraf signifikansi 5%, dimana apabila nilai p < 0.05 menunjukkan data tersebut signifikan.
Hasil pengukuran MDA (malondialdehyde), SOD (superoxide dismutase) dan CAT (catalase) menunjukkan ekstrak etil asetat 100 mg/L dan 200 mg/L mampu meningkatkan enzim endogen SOD dan CAT pada organ hepar, ginjal, dan testis, sedangkan tingkat kematian sel pada hepar mampu diturunkan hingga 17.97% pada pemberian ekatrak etil asetat 200 mg/L. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat U. gambir mampu melawan radikal bebas timbal asetat dan dapat digunakan sebagai kandidat obat herbal terstandart.
Penulis: Prof. Dr. Yosephine Sri Wulan Manuhara, Dra., M.Si.
Detail tentang penelitian bisa dilihat di:





