UNAIR NEWS – ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) terus berkomitmen menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Melalui Direktorat Kemahasiswaan, UNAIR menggelar Business Assessment Airlangga Young Entrepreneur (AYE) 2026 yang berlangsung di Lantai 4, Gedung ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa B ¶«¾©ÈÈ pada Sabtu (18/7/2026).
Dorong Ide Menjadi Wirausaha Berkelanjutan
Kepala Seksi (Kasi) Kreativitas dan Kewirausahaan Mahasiswa UNAIR, Ainul Mustafa menjelaskan bahwa tahapan business assessment ini berfungsi sebagai parameter penilaian untuk mengukur sejauh mana perkembangan bisnis mahasiswa.
“Tahap ini menjadi penilaian bagi para mahasiswa peserta AYE setelah mereka mengikuti program mentoring dan penjualan selama satu bulan. Jadi, posisi business assessment ini untuk menilai mereka sejauh mana mereka berkembang dari titik awal sampai akhir ini,” ujar Imam saat ditemui di sela-sela acara.
Setelah kompetisi AYE ini berakhir pada tanggal 31 Juli mendatang, pihak universitas tidak akan melepas para peserta begitu saja. UNAIR telah menyiapkan skema keberlanjutan untuk mendidik para alumni AYE di tingkat universitas maupun fakultas.
“Harapan jangka panjangnya adalah semoga teman-teman yang mengikuti AYE ini mempunyai jiwa solidaritas yang bisa mereka tularkan ke adik-adiknya. Jadi, kita memiliki banyak alumni untuk berwirausaha ke depannya. Acara seperti ini juga akan terus kami lakukan setiap tahun untuk memotivasi rekan-rekan mahasiswa,” tambah Imam.
Wadah Mahasiswa Keluar dari Zona Nyaman
Manfaat nyata dari tahapan penilaian ini para peserta rasakan secara langsung. Salah satunya adalah Tim Teanaga, bisnis bentukan wirausaha muda dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Perwakilan tim, Khaerul dan Ellien Meyrani, mengaku mendapatkan banyak evaluasi penting dari para dewan juri demi kemajuan bisnis mereka.
“Dari kegiatan AYE ini kita mendapatkan masukan dari para judges. Juri memberikan kita feedback bahwa kalau bisa di kemasan produk kita itu dikasih tahu apa manfaat dari produk tersebut,” ungkap Ellien.
Bagi mereka, AYE bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan sebuah ruang inkubasi yang memaksa mereka untuk berkembang melalui berbagai tantangan nyata, seperti menyusun Business Model Canvas (BMC), membuat proposal bisnis, hingga mengikuti rangkaian bootcamp.
“AYE ini bisa jadi wadah bagi kita sebagai mahasiswa UNAIR untuk keluar dari dunia nyaman kita, untuk bisa bergerak usaha bersama dengan anak-anak UNAIR lainnya,” pungkas Khaerul antusias.
Penulis: Fauziah Laili
Editor: Ragil Kukuh Imanto





