UNAIR NEWS – Airlangga Executive Education Center () ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) bekerja sama dengan Governance, Risk, and Compliance Center – Airlangga Institute for Learning and Growth (GRCC-AILG) mengawali Program Pelatihan dan Sertifikasi Certified Internal Control over Financial Reporting (ICoFR). Program yang berlangsung pada Senin-Jumat (13-17/7/2026) itu di AEEC, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sistem pengendalian internal atas pelaporan keuangan yang efektif dan andal.
Pelatihan tersebut diikuti peserta dari berbagai institusi. Antara lain STIE YKPN Yogyakarta, PT Tri Sakti Purwosari Makmur, Bank NTT, PT Pupuk Kalimantan Timur, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Dr. Sigit Kurnianto SE MSA Ak CA SAS CGAE ASEAN CPA QRMP hadir sebagai narasumber utama.
Konsep GRC
Pada hari pertama, peserta mempelajari konsep Governance, Risk, and Compliance (GRC) sebagai fondasi dalam membangun sistem pelaporan keuangan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Dr Sigit menjelaskan bahwa GRC merupakan pendekatan strategis yang mengintegrasikan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi sekaligus meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan.
Sebagai landasan penerapan GRC, peserta diperkenalkan dengan berbagai standar internasional yang menjadi acuan organisasi dalam membangun tata kelola yang baik. Pembahasan meliputi ISO 37000:2021 mengenai Organization Governance, ISO 31000:2018 sebagai standar manajemen risiko, serta ISO 37301:2021 tentang Compliance Management System. Ketiga standar tersebut dijelaskan sebagai kerangka yang saling melengkapi dalam menciptakan organisasi yang akuntabel, adaptif terhadap risiko, dan konsisten dalam memenuhi kewajiban kepatuhan.
Selain itu, peserta juga mendalami Three Lines Model, yang menjelaskan pembagian peran fungsi operasional, manajemen risiko dan kepatuhan, serta audit internal dalam menjaga efektivitas pengendalian organisasi. Melalui model ini, fungsi operasional sebagai lini pertama bertanggung jawab menjalankan pengendalian, fungsi manajemen risiko dan kepatuhan sebagai lini kedua melakukan pemantauan serta pemberian arahan. Sedangkan audit internal sebagai lini ketiga memberikan assurance independen atas efektivitas pengendalian yang diterapkan.
Peserta selanjutnya mempelajari COSO Internal Control – Integrated Framework sebagai kerangka kerja yang paling banyak digunakan dalam implementasi ICoFR. Lima komponen utama COSO, yaitu Control Environment, Risk Assessment, Control Activities, Information and Communication, serta Monitoring Activities, dibahas sebagai elemen yang saling terintegrasi dalam membangun sistem pengendalian internal yang efektif.
Tidak hanya membahas kerangka kerja, pelatihan juga mengulas berbagai faktor yang menentukan keberhasilan implementasi ICoFR berdasarkan hasil penelitian internasional. Di antaranya adalah penggunaan framework yang terstandarisasi, keterlibatan internal audit sejak tahap perancangan pengendalian, peran external audit dalam memberikan penilaian independen terhadap efektivitas pengendalian, serta pengaruh strategi bisnis organisasi terhadap kualitas implementasi ICoFR.
Pelatihan juga mengulas berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi ICoFR. Mulai dari penggunaan kerangka kerja yang terstandarisasi, keterlibatan audit internal dan eksternal, hingga pengaruh strategi bisnis organisasi. Melalui program ini, peserta harapannya mampu menerapkan sistem pengendalian internal yang lebih efektif sehingga dapat meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, memperkuat tata kelola organisasi, dan membangun kepercayaan pemangku kepentingan.
Penulis: Nurul Aisyah
Editor: Yulia Rohmawati





