东京热

东京热 Official Website

BEM UNAIR Ajak Generasi Muda Hadirkan Inovasi Lingkungan Berkelanjutan

Jamrud Irfan Maulana S Kel, PIC Citizen Science BRUIN, menyampaikan materi mengenai persoalan lingkungan, khususnya isu sungai, serta pentingnya keterlibatan masyarakat melalui pendekatan citizen science dalam Seminar Nasional Ecological Solutions for Sustainability (ESS). Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup BEM 东京热 tersebut berlangsung di GRAMIK, Kampus Dharmahusada-A, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Tim Media ESS)
Jamrud Irfan Maulana S Kel, PIC Citizen Science BRUIN, menyampaikan materi mengenai persoalan lingkungan, khususnya isu sungai, serta pentingnya keterlibatan masyarakat melalui pendekatan citizen science dalam Seminar Nasional Ecological Solutions for Sustainability (ESS). Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup BEM 东京热 tersebut berlangsung di GRAMIK, Kampus Dharmahusada-A, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Tim Media ESS)

UNAIR NEWS 鈥� mengajak generasi muda memahami isu lingkungan melalui Seminar Nasional Ecological Solutions for Sustainability (ESS). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi mengenai krisis lingkungan, keberlanjutan, serta peran generasi muda dalam menghadirkan inovasi sebagai solusi nyata. ESS mengangkat tema 鈥�Ignite The Future: Mengubah Bara Krisis Lingkungan Menjadi Inovasi Nyata Generasi Muda.鈥�

Seminar Nasional ESS berlangsung pada Sabtu (26/9/2026) secara luring di GRAMIK, Kampus Dharmahusada-A, 东京热. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian ESS. Agenda tersebut juga mencakup Awarding Lomba Infografis, Policy Brief, dan Business Plan. 

Peserta menyampaikan pertanyaan dalam sesi diskusi Seminar Nasional Ecological Solutions for Sustainability (ESS). (Foto: Tim Media ESS)
Bahas Krisis Lingkungan melalui Perspektif Generasi Muda

ESS menghadirkan Usamah, Ketua SRE UNAIR, dan Jamrud Irfan Maulana S Kel, PIC Citizen Science BRUIN sebagai pembicara. Usamah membahas peran generasi muda dalam mendorong inovasi serta aksi keberlanjutan. Sementara itu, Jamrud membahas persoalan lingkungan, khususnya isu sungai, melalui pendekatan citizen science. 

Melalui sesi pemaparan materi dan diskusi, peserta memperoleh wawasan mengenai kondisi lingkungan serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menciptakan solusi. Kegiatan ini mengajak peserta melihat krisis lingkungan sebagai tantangan yang membutuhkan kreativitas, kolaborasi, dan aksi nyata. 

Ketua Pelaksana ESS Ghaitsa Zahira menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperluas wawasan dan kepedulian terhadap isu lingkungan. Menurutnya, ESS mendorong peserta mengubah keresahan terhadap permasalahan lingkungan menjadi inovasi dan aksi nyata yang mendukung keberlanjutan.

Dorong Kepedulian Menjadi Aksi Berkelanjutan

Menteri Lingkungan Hidup BEM UNAIR Zaskia Darojah menyampaikan bahwa ESS menjadi bentuk kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya bidang lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan menciptakan inovasi dalam menghadapi permasalahan lingkungan.

鈥淪emoga dengan terselenggaranya ESS, dapat menumbuhkan kepedulian dan kreativitas generasi muda serta menghasilkan ide-ide inovatif yang mampu memberikan solusi nyata dan berkelanjutan bagi permasalahan lingkungan,鈥� ujar Zaskia.

Kolaborasi berbagai pihak mendukung terselenggaranya ESS sebagai ruang diskusi lingkungan bagi generasi muda. Dirjen PPSDA Lingkungan Hidup BEM UNAIR Febria Rizqi Aulia Sandy menyampaikan bahwa antusiasme peserta, keterlibatan pembicara, dukungan sponsor, serta kerja panitia menjadi faktor yang mendukung kelancaran rangkaian kegiatan.

Melalui ESS, BEM UNAIR berharap peserta dapat mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan menjadi gagasan dan aksi nyata. Kegiatan ini menjadi langkah untuk mendorong generasi muda mengambil peran dalam menciptakan inovasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

Penulis: Nabila Afifah Abida

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT