Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali muncul di Indonesia beberapa tahun terakhir memberikan pelajaran penting bahwa kesiapsiagaan petugas kesehatan hewan tidak boleh berhenti setelah wabah mereda. Di sisi lain, ancaman penyakit Peste des Petits Ruminants (PPR) pada kambing dan domba juga perlu diantisipasi meskipun hingga kini belum ditemukan di Indonesia. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah utama untuk melindungi kesehatan ternak sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
Tim dosen Fakultas Kedokteran Hewan ¶«¾©ÈÈ menyelenggarakan bimbingan teknis bagi petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro pada 4–5 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengetahuan mengenai pengenalan dini penyakit virus pada ternak, cara pencegahan penyebaran penyakit, penerapan biosekuriti, serta kesiapan menghadapi kemungkinan masuknya penyakit baru.

Sumber foto: Dokumentasi Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran Hewan ¶«¾©ÈÈ (2026).
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah memiliki pengetahuan yang sangat baik mengenai kesehatan hewan sebelum pelatihan dimulai. Hal ini mencerminkan pengalaman dan kompetensi petugas lapangan dalam menangani kasus penyakit ternak. Meski demikian, pelatihan tetap memberikan manfaat dengan meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya penggunaan obat secara tepat, aman, dan bertanggung jawab untuk mencegah resistensi antimikroba.
Selain memperbarui informasi ilmiah, kegiatan ini juga memperkuat pemahaman bahwa pengendalian penyakit tidak hanya bergantung pada vaksinasi. Upaya lain seperti pelaporan kasus secara cepat, pembatasan lalu lintas ternak, penerapan kebersihan kandang, edukasi kepada peternak, serta kerja sama antarinstansi memiliki peran yang sama pentingnya dalam mencegah penyebaran penyakit.
Petugas kesehatan hewan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi gejala penyakit, memberikan edukasi kepada peternak, serta mengambil tindakan awal sebelum wabah meluas. Oleh karena itu, pelatihan berkelanjutan perlu terus dilakukan agar kemampuan mereka selalu
Penguatan kompetensi petugas kesehatan hewan merupakan investasi penting bagi masa depan peternakan Indonesia. Melalui pelatihan yang berkesinambungan, deteksi dini penyakit dapat dilakukan lebih cepat, penyebaran wabah dapat ditekan, dan kerugian ekonomi peternak dapat diminimalkan. Kesiapan sumber daya manusia yang didukung kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat akan menjadi fondasi kuat dalam menjaga kesehatan ternak, meningkatkan produktivitas peternakan, serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Artikel ini disusun berdasarkan publikasi ilmiah berjudul “Strengthening Viral Disease Control After Foot-and-Mouth Disease (FMD) Outbreak and Peste des Petits Ruminants (PPR) Preparedness in Livestock for Veterinary Personnel in Bojonegoro Regency, Indonesia” yang diterbitkan dalam World Journal of Advanced Research and Reviews tahun 2026.
DOI:
Nama Penulis : Rury Mega Wahyuni





