Virus Imunodefisiensi Manusia tipe 1 (HIV-1) tetap menjadi perhatian utama kesehatan global karena meningkatnya resistensi terhadap terapi antiretroviral. Oleh karena itu, penemuan agen terapeutik baru dari sumber alami sangat penting. Studi ini menyelidiki potensi senyawa bioaktif dari Alpinia eremochlamys K.Schum. sebagai imunomodulator dan inhibitor enzim-enzim kunci HIV-1, termasuk reverse transcriptase, integrase, dan protease. Senyawa kandidat dipilih berdasarkan data Kromatografi Gas鈥揝pektrometri Massa (GC-MS) dan dianalisis melalui network farmakologi , penambatan molekuler, dan prediksi Absorpsi, Distribusi, Metabolisme, Ekskresi, dan Toksisitas (ADMET). Gen terkait HIV diambil dari OMIM dan DisGeNET, sedangkan target senyawa diprediksi menggunakan SwissTargetPrediction dan SEA. Target yang tumpang tindih divisualisasikan menggunakan Cytoscape, diikuti oleh pengayaan fungsional melalui Gene Ontology dan jalur KEGG. Sebanyak 1.104 target senyawa dan 218 gen terkait HIV diidentifikasi, dengan 23 target yang tumpang tindih terkait dengan jalur yang terlibat dalam regulasi respons imun dan infeksi HIV-1. Penambatan molekuler menggunakan AutoDock4 dan AutoDock Vina mengungkapkan bahwa beberapa terpenoid dan steroid memiliki afinitas pengikatan yang kuat terhadap tiga enzim HIV-1, dengan energi yang dihitung AutoDock4 berkisar dari -7,33 hingga -10,65 kkal/mol鈥攏ilai yang sebanding atau melebihi nilai ligan asli.
Prediksi ADMET menunjukkan bahwa sebagian besar senyawa memenuhi aturan Lipinski, memiliki penyerapan gastrointestinal yang tinggi, dan menunjukkan toksisitas rendah (kelas 5 hingga 6). Temuan ini menunjukkan bahwa metabolit yang berasal dari A. eremochlamys dapat berfungsi sebagai agen dwifungsi dengan potensi imunomodulator dan antivirus, didukung oleh profil farmakokinetik dan keamanan yang menguntungkan. Validasi lebih lanjut secara in vitro dan in vivo diperlukan untuk mengkonfirmasi potensi terapeutiknya.
Penulis : Agustinus Widodo, Prihartini Widiyanti dan Sukardiman
Link :





