UNAIR NEWS 鈥 Tim dosen dan mahasiswa Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR menggelar pengabdian masyarakat di Yayasan YPP Nurul Huda, Surabaya. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (22/05/2026) tersebut menyasar siswa kelas 12 SMA YPP Nurul Huda dengan topik public speaking dan siswa kelas 9 SMP YPP Nurul Huda dengan topik penulisan ilmiah. Kegiatan ini merupakan penerapan Tridharma Perguruan Tinggi bidang pengabdian masyarakat, dan menjadi yang pertama terlaksana di lingkungan pesantren.

Pelatihan Kemampuan Retorika dan Menulis
Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri atas dua sesi latihan. Sesi pertama berisi kemampuan berbicara secara publik yang oleh Prof Dr Dra Ni Wayan Sartini MHum, Bea Anggraini SS MHum, dan Ahmad Syauqi SHum MSi, serta para mahasiswa Nabila, Pujananda, dan Hafna. Alasan pemberian materi public speaking adalah para siswa kelas 12 yang masih takut untuk berbicara di depan umum. Setelah mendapatkan materi mengenai kemampuan berbicara, ketakutan yang peserta miliki pun runtuh. Empat orang siswa mulai menunjukkan keberanian berbicara di depan umum.聽
Sementara itu, tim beranggotakan Mochammad Ali, SS, MAMin, Dra Dwi Handayani, dan Ratih Kirana Suryo Puteri, SHum, MSi serta mahasiswa Zalfa, Jingga, dan Alifa berfokus pada penulisan ilmiah serta antologi bagi kelas 9. Temuan menarik pun muncul pada sesi ini, yaitu kekuatan Bahasa Madura yang siswa miliki menjadi modal tersendiri. Pendekatan pembelajaran basis kearifan lokal lebih mudah siswa terima dan antusiasme siswa pun meningkat.

Penugasan sebagai Monitoring
Untuk memastikan bahwa siswa benar-benar memahami materi, pemberian penugasan berlangsung dengan tenggat waktu tertentu. Para siswa kelas 12 yang menerima materi public speaking mendapat penugasan berupa pembacaan pidato persuasif dengan penerapan teknik yang telah pemateri ajarkan, seperti pembukaan yang menarik, penguasaan suara serta tata gerak tubuh yang sesuai. Selain itu, para peserta juga wajib untuk tidak membaca teks, kemudian terhimpun dalam bentuk video dengan tenggat waktu satu minggu setelah pemberian materi.聽
Berbeda dengan materi public speaking, materi penulisan ilmiah mendapat penugasaan karya tulis ilmiah yang nantinya akan terhimpun menjadi sebuah antologi. Antologi tersebut menjadi luaran modul Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) sebagai buku pegangan siswa yang nantinya akan menjadi milik yayasan. Tim dosen terus berkomitmen monitoring secara berkala dan memastikan semangat siswa tidak padam. 鈥淎kademisi tidak boleh berdiri di atas, harus turun ke lapangan, harus ada kerja sama dengan masyarakat luas. Lebih dikembangkan lagi kesadarannya dalam berbahasa formal,鈥 tegas Prof Wayan.聽
Penulis: Yongki Eka Cahya
Editor: Ragil Kukuh Imanto





